-->
    |

Polres Karawang Lakukan Olah TKP Kebocoran Gas Caustik Soda PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills



DINAMIKAJABAR.COM | KARAWANG - Polres Karawang kini tengah memeriksa saksi saksi atas kebocoran gas caustik soda PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills yang menyebabkan 80 warga mengalami sesak napas dan sebanyak 22 orang di antaranya dirawat di rumah sakit.

Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra mengatakan pihaknya sudah memeriksa 6 orang saksi diantaranya karyawan bagian produksi ploring , bagian security recruitmen atau SHE yaitu ketika ada terjadi koredensi tim penanganan khusus sudah kita lakukan pemeriksaan.

Menurut Kapolres, pihaknya masih menunggu hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal yang sudah dilakukan bersama  anggota dan didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK).

"Kita akan dalami kasus kebocoran gas ini. Namun saat ini masih dalam proses dan butuh waktu. Untuk itu kita juga akan mengundang klarifikasi terhadap suplier tabung tersebut. "ucap Kapolres disela sela kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kantor DLHK,Sabtu (05/06/2021).

Sebelumnya, di tempat terpisah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang meminta PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills membuat mitigasi kebocoran gas dari pabrik caustic soda. 

Wakil Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengatakan pihak pemkab ingin ada solusi jangka panjang bagi warganya. Ia tidak ingin penanganan hanya sebatas musyawarah saat terjadi kebocoran. Sebab, kebocoran gas dari perusahaan itu bukan kali pertama terjadi. 

"Harus ada mitigasi masalah kebocoran. Kami tidak ingin ini terjadi kembali," tandas Wabup Aep usai meninjau penanganan warga terdampak kebocoran gas di Kantor Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Kamis (3/6/2021). 

Wabup Aep meminta PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills membuat sistem keamanan untuk mencegah bocornya gas caustic soda berdampak pada masyarakat. Pihaknya ingin ada sistem otomatis yang jika terjadi kebocoran, tak berdampak kepada warga sekitar. "Hari ini kan manual bagaimana caranya agar nanti otomatis. Jadi saat bocor bisa menutup sendiri,"  tegas wabup. 

Sementara Sekretaris Desa Kutamekar Dayat Daryana mengatakan, keracunan diduga dari bocornya gas caustic soda. Gas itu bocor sekitar pukul 10.30 WIB. Kejadian itu, kata Dayat, berlangsung sangat cepat lantaran saat itu angin bertiup kencang. Warga pun terlambat mengamankan diri. Bau gas itu, kata dia, lebih tajam dari bau cairan pemutih pakaian. 

Menurut Dayat, dari dua RT yang terdampak, yakni RT 001 dan RT 002," Berdasarkan data sementara, kata Dayat, 11 warga yang dirawat di Rumah Sakit Rosela dan 15 orang di Rumah Sakit Delima Asih. Selain itu juga terdapat puluhan warga yang ditangani di Puskesmas dan Kantor Desa Kutamekar. "Petugas kami masih melakukan pendataan," tutur Dayat. (BOB)
Komentar Anda

Berita Terkini