-->
    |

Demi Kelestarian Lingkungan Sungai Barugbug, Fajar Rahmat Tepati Nazarnya



DINAMIKAJABAR.COM | KARAWANG  - Salah satu aktifis Fordas Cilamaya dan juga seorang atlit yaitu Fajar Rahmat turut serta memeriahkan suasana Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Pasalnya, Fajar Rahmat ingin memenuhi nazarnya, dia  melakukan aksi olah raga lari dari Sungai Barugbug Cilamaya hingga Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang (DLHK) di Jl.By pass Tanjungpura Kelurahan Tanjung Mekar Karawang Barat. 

Fajar  Rahmat  berlari dikawal oleh TNI-Polri dan jarak yang ditempuh mencapai 38 KM diselesaikan dalam waktu  5 jam 51 menit yaitu star di lokasi Sungai Barugbug Cilamaya pukul 03.30 WIB  dan tiba di Kantor DLHK pada pukul 09.21 WIB. 
"Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri yang telah mengawal berlari non stop dari lokasi Sungai Barugbug Cilamaya hingga Kantor DLHK,"ucap Fajar Rahmat kepada awak media di Kantor DLHK seraya disambut anak dan isterinya, Sabtu (05/06/2021).

Diakui Fajar Rahmat, dia melakukan aksi lari ini merupakan nazar dirinya karena pencemaran Sungai Barugbug Cilamaya ini telah mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat hingga Presiden. "Alhamdulillah, nazar saya sudah terpenuhi untuk berlari "tandas Fajar Rahmat.

Ia mengajak kepada masyarakat agar Sungai Barugbug ini dijaga sebaik baiknya. Jangan sampai tercemar oleh limbah industri lagi.  "Saya minta para pelaku industri jangan buang limbah sembarangan ke Sungai Barugbug,"tegas  Fajar Rahmat.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Drs.Wawan Setiawan menjelaskan, soal pencemaran Sungai Barugbug Cilamaya  ini sudah belasan tahun belum dapat diselesaikan oleh Kabupaten Karawang karena keberadaan lokasi Sungai Barugbug  itu merupakan lintasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang bersinggungan dengan kabupaten lainya. Sebab hulu Sungai Barugbug atau ujungnya dilalui sungai sungai yang berasal dari wilayah Subang dan Purwakarta. Jadi sumber sumber pencemaran atau pabrik pabriknya ada di wilayah Purwakarta-Subang., namun ujungnya ada di Sungai Barugbug wilayah Kabupaten Karawang. 

Untuk itu, lanjut Wawan, kewenangan Pemkab Karawang sangat terbatas  dalam menyelesaikan persoalan pencemaran Sungai Barugbug ini karena menyangkut rumah tangga orang lain. 
Wawan Setiawan mengapresiasi berkat kegigihan para aktifis fordas Cilamaya, persoalan pencemaran Sungai Barugbug  ini mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Barat hingga Presiden dan menjadi isu nasional. Hasilnya pada akhir tahun 2020 ini Gubernur Jabar mengeluarliarkan SK khusus untuk penanganan pencemaran sungai barugbug.

Acara peringatan hari lingkungan hidup sedunia dihadiri Keoala Dinas Lingkungan Hidup Drs.Wawan Setiawan beserta jajaranya, Kapolres Karawang , AKBP Rama Samtama Putra, Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf Medi Haryo Wibowo dan unsur muspida lainya. (BOB)
Komentar Anda

Berita Terkini