-->
    |

Bawaslu Kabupaten Garut Konsolidasi Kader SKPP



DINAMIKAJABAR.COM | GARUT -Bawaslu Kabupaten Garut mengadakan Kegiatan Konsolidasi Kader Sekolah Kader pengawasan partisipatip (SKPP) pada hari minggu 22 Nopember 2020, bertempat di Hotel Augusta. 

Kegiatan tersebut di buka oleh ketua Bawaslu kabupaten Garut, DR. Ipa Hafsiah yakin, dalam sambutannya ketua bawaslu menyatakan “ Acara ini tindak lanjut dari rangkaian kegiatan SKPP yang dilakukan secara Daring selama tiga bulan, peserta awal yang mengikuti kegiatan SKPP sejumlah 230 orang, namun yang mengikuti sampai Tuntas dan dinyatakan lulus sebanyak 72  (Tujuh Puluh dua) orang," ucapnya

Sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut, Bawaslu kabupaten Garut menghadirkan orang yang sangat kompeten dalam bidang kepemiluan diantaranya Drs Hermanus koto, M.Ikom (Ketua Bawaslu Jawa Barat Periode 2013-2018) dan Deni Ahmad Haidar (mantan Ketua KPU purwakarta).

Salah satu anggota bawaslu kabupaten garut yang ditemui oleh jurnalis kami, saudara Ayi mengatakan “ kegiatan ini bagian dari tindak Lanjut yang sudah dilakukan secara virtual, kegiatan konsolidasi kader SKPP ini tetap melaksanakan Protokol kesehatan, menggunakan masker juga dari jumlah peserta 72 orang dibagi menjadi dua kelas," katanya

Adapun tujuannya, lanjut Ayi, dari kegiatan ini diharapkan Peserta lebih memahami urgensi dari kepemiluan, ikut serta menjadi bagian dari setiap hajatan demokrasi dan menjadi pemilih yang cerdas, pemilih yang rasional artinya menentukan pilihan tidak berdasarkan materi dan hubungan emosional.

"Sebab sejatinya menggunakan pilihan adalah menitipkan Harapan kepada calon untuk melakukan perubahan yang lebih baik dimasa yang akan datang, dan peserta skpp diharapkan bisa menjadi agen-agen  peningkatan demokrasi diwilayahnya masing-masing dengan cara memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dilingkungan sekitar," harapnya

Dalam kegiatan tersebut di hadiri juga oleh pimpinan bawaslu Jawa Barat H. yusup Kurnia, S.Ip,SH. Dalam sambutan nya bahwa “Demokrasi adalah sistem yang dipilih oleh beberapa Negara begitu Juga Indonesia, dengan sistem Demokrasi Semua Warga negara dilibatkan langsung untuk menentukan pemimpin yang dianggap baik sesuai harapan, Selain itu Demokrasi memberikan Ruang kepada semua warga negara indonesia untuk melakukan action disaat kebijakan negara bisa merugikan warganya” (Dera Taopik)
Komentar Anda

Berita Terkini