-->
    |

RDP Transfaransi Anggaran Covid 19 Masih Berjalan



KARAWANG, dinamikajabar.com
 
Terkait transparansi Anggaran Covid 19, sebanyak 25 anggota dewan yg berada dalam badan anggaran meminta penjelasan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) berlangsung di gedung DPRD selama 4 hari.

Salah seorang anggota DPRD Karawang dari PDI Perjuangan Natala Sumedha mengaku dirinya belum bica bicara banyak karena hak interpelasi ini belum diputuskan secara kelembagaan. "Dalam rapat Bamus yang rencananya baru minggu depan diadakan, tetapi syarat untuk pengajuan hak tersebut sudah terpenuhi,"ungkap Natala Sumeda usai menghadiri RDP di Gedung DPRD, Selasa Sore (09/06/2020).

Diuraikanya, dalam RDP itu stakeholder terkait memberikan penjelasan kepada kita seputar penggunaan anggaran Covid 19. Dari penjelasan mereka itu akan kita catat, apakah sesuai dengan data data yang kita miliki dan kita harapkan atau sebaliknya  Sebab penggunaan anggaran covid 19 bukan dari sisi finansial saja, termasuk program kegiatan, sumbangan swasta. "RDP tidak mengambil keputusan secara final. Dan Hak  interpelasi yg kita ajukan itu adalah hak untuk bertanya meminta penjelasan, bukan untuk menjatuhkan bupati," tandas Natala Sumedha.

Persoalanya yg membuat bingung kita dan masyarakat adalah anggaran covid 19 menjadi naik lagi sebesar 162 milyar dan  menurut  penyampaian asda saat RDP, pemerintah pusat menganggap terlalu kecil, maka hasil konsultasi mereka dengan pemerintah pusat, mereka melakukan semacam reposisi tambahan. 
"Tapi sangat disayangkan tidak disampaikan secara resmi kepada DPRD perubahan tersebut sehingga membuat kami bertanya² dan kami baru mengetahui setelah RDP dihari ke 2,"tutur Natala Sumeda.

Menurut Natala Sumeda, sebelumnya DPRD menyepakati buat anggaran covid 19 sebanyak 100 M,800 juta dari recofusing anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ironisnya, penambahan anggaran covid 19 ada pendapat 2 versi yang membingungkan kita. OPD mengatakan naiknya penambahan anggaran covid 19 dari recofusing.  Tapi disisi lain Sekda menyebutkan bukan dari recofusing tapi semacam reposisi , tetapi apapun namanya Pihaknya hanya minta penjelasan anggaran tersebut diperuntukan penggunaan untuk apa saja.

"Jadi sebaiknya kita tunggu saja nanti apakah ada hasil RDP itu menurut kacamata dewan dalam hal transparansi anggaran covid 19 ini sudah sesuai atau belum,"ucap Natala Sumeda.

Ia berharap, masyarakat menunggu dulu tetapi secara aturan proses interpelasi terus kita kawal dan masih berjalan, tetapi keputusan secara kelembagaan DPRD belum dibahas baru akan dibahas oleh rekan rekan dewan yg ada di Bamus (Badan Musyawarah) . (BOB)
Komentar Anda

Berita Terkini