-->
    |

Peristiwa Aksi Warga Kampung cidahon di Kantor Kecamatan Pamengpeuk



GARUT, dinamikajabar.com,-Peristiwa aksi warga kampung cidahon tadi malam di kantor kecamatan pamengpeuk,sangat di sayangkan padahal warga kampung cidahon menuntut kejelasan terhadap almarhum jenazah apakah positif atau negatif covid19 (30/4/20) karena ada dua sumber hasil penelitian, penelitian yang keluar dari RS Mayapada dan RS Sari Asih. 

Warga berharap dan meminta di lakukan rapidtest, warga kapung cidahon ingin ada kepastian apa keluarga yang membawa jenazah itu terpapar covid 19 atau tidak dalam kondisi tidak ada kepastian akhirnya warga marah.yang selanjutnya saya sangat menyesalkan kata Dewan provinsi Ade kaca saat di hubungi melalui selulernya.

Lanjutnya, pemulasaraan jenazah di lakukan di pinggir jalan, padahal di pamengpeuk itu ada rumah sakit rujukan milik pemerintah provinsi jawa barat, kenapa jenazah itu tidak di bawa dulu ke Rs daerah pameungpeuk.

"Sangat di sayangkan kordinasi yang di lakukan tidak maksimal. Menurut laporan dari Kepala Puskesmas Pamengpek dan Camat Kecamatan Pamengpek sudah berkordinasi dengan pihak RS Daerah Pamengpek jawaban dari RS Daerah pamengpek melarang jenazah untuk di bawa ke RS, Hanya mengirim peti jenazah dan ambulan, kalau memang itu terjadi saya sebagai wakil masyarakat yg ada di DPRD jawa barat merasa kecewa,"ucap Ade Kaca.

Padahal dari sisi kesiapan secara tenaga medis dan peralatan medis RS Daerah, sambung Ade, RS harus lebih siap di banding dengan Puskesmas. Padahal pemerintah Jawa Barat konsisten, setiap tahun tidak kurang dari 100 miliar anggaran di gelontorkan untuk membangun sarana dan prasarana RS Daerah Pamengpek yang merupakan RS rujukan, dengan tujuan keberadaan RS Daerah Pamengpek lebih diharapkan oleh masyarakat, sehingga angka kematian ataupun anggka orang sakit bisa di tekan lebih rendah," pungkas Ade Kaca (Dera taopik)
Komentar Anda

Berita Terkini