-->
    |

Akibat Debu dari Penggilingan Padi, Warga Keluhkan Sesak Nafas dan Badan Gatal-Gatal



KARAWANG, dinamikajabar.com
 
Penggilingan padi milik H. Lili, yang beroperasi di tengah-tengah lingkungan pemukiman warga, tepatnya di Desa Pacing, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar) diprotes warga setempat, lantaran mencemari lingkungan dan pemukiman mereka.

Debu dari Penggilingan padi tersebut beterbangan siang dan malam, membuat warga setempat mengeluh karena mengakibatkan terganggunya penglihatan (mata perih-red) dan sesak nafas, hingga gatal-gatal di badan. Sontak keadaan ini menuai protes, bahkan warga berkali-kali mengajukan protes ke pihak Aparatur Pemerintahan Desa (Pemdes). Namun pengaduan pencemaran lingkungan tersebut, terkesan diabaikan oleh pemilik penggilingan padi.

Salah seorang Kader Lingkungan Hidup (LH), H. Oo Nurohman ketika dikomfirmasi awak media melalui telepon seluler (ponsel) pun mengeluhkan hal yang sama, sesak nafas dan terganggunya penglihatan, lantaran debu dari penggilingan padi tersebut terlalu pekat dan beterbangan ke pemukiman warga. Terpaksa mereka harus ektra hati-hati dalam kesehariannya agar debu dari hasil pembakaran bungkil padi tersebut, tidak langsung terhisap hingga ke paru-paru.

“Warga juga mengeluh gatal-gatal dan tak bisa tidur nyenyak, lantaran sesak nafas. Cuaca panas dan angin kencang yang melanda sejak musim kemarau panjang, makin membuat keadaan ini lebih parah,” ujar H. Oo. (Asep)
Komentar Anda

Berita Terkini