|

Signature Collection Mosaicart Luncurkan Design Baru Rumah Adat Budaya, Tanpa Alat Perekat



JAKARTA, dinamikabar.com  - Memasuki tahun kedua, Mosaicart melakukan kolaborasi dengan tujuh arsitek dan designer ternama Jakarta, yaitu Alvin Tjitrowirjo dari AlvinT Studio, Reza Wahyudi dari Bobos studio, Santi Alaysius dan Hamphrey Tedja dari DMDIO studio, Don Pieto dari DP+HS studio, Alex Bayusaputro dari Genius Loci, Mira Hadiprana dari Hadiprana Art Work dan Yori Antar dari Han Awal.

Peluncuran karya kolaborasi yang dinamakan Signature Collection ini ditandai dengan penyelenggaraan Webinar series “Mosaicart Tale of Tiles” dimana Mosaicart sebagai host akan mengundang pembicara-pembicara ternama guna membahas hal-hal yang sedang trend di dunia interior dan arsitektural.

Dr. Rubby Public Relations Officer, kepada wartawan mengatakan, launching seremonial tidak jadi di lakukan, karena turut prihatin adanya wabah covid-19 yang melanda Indonesia. (22/04/2020)

"Hari ini kami urungkan niat kami untuk membuat acara seremonial karena situasi ini, namun pada episode pertama telah berlangsung pada tanggal 13 April 2020 yang lalu dengan pembicara Alvin Tjitrowirjo dari AlvinT Studio. Dan acara tersebut mendapat sambutan positif dari banyak kalangan arsitek dan designer interior maupun dari konsumen Mosaicart," ungkap Rubby.


Webinar series ini diharapkan menjadi ajang bagi para designer dan arsitek untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Signature Collection Mosaicart menghadirkan 16 seri desain terbaru yang merupakan kolaborasi dari tujuh arsitek dan designer pilihan.

Design Sero, mengusung tema era 70-an yang ceria. Nama Sero, yang berasal dari kata serotonin, hormon kegembiraan yang dianggap sangat mewakili generasi 70-an yang identik dengan perdamaian, cinta dan bunga.

Dua desainnya berikutnya mengambil keindahan kebudayaan Indonesia yang diberi nama Asmat dan Wae Rebo. Desain Asmat terinspirasi dari ukiran tameng suku Asmat yang menyimpan kisah tradisi kuno suku Asmat. Sedangkan pola desain Wae
Rebo terinpirasi dari rumah adat Mbaru Niang, rumah adat flores yang hanya terdapat di kampung adat Wae Rebo di pegunungan terpencil.

Keindahan batik sebagai budaya Indonesia juga hadir dalam desain Kait dan Arang yang di interprestasikan secara modern.

Tiga desain berikutnya hadir dalam perenungan filosofi, yang diberi nama Kekupu, Kawung Kopi dan juga Padi, sehingga setiap desainnya memiliki arti yang mendalam. Desain Kekupu terinspirasi dari kupu-kupu yang melambangkan metamorfosis.

Sementara Kawung Kopi yang terinspirasi dari biji kopi, yang mana sebutir biji kopi harus melewati proses penghancuran dan penggilingan untuk dapat mengeluarkan aroma dan kelezatan rasanya.

Sementara Desain Padi terinspirasi dari panen padi yang mengajarkan filosofi kesabaran, keuletan dan kepercayaan dalam proses menanam dan panen padi, bahwa kerja keras akan memberikan hasil yang sepadan.

Dua desain abstrak juga hadir dalam Signature Collection yaitu Line dan Dua. Desain Line mengeksplorasi geometri visual dinding yang memberikan kebebasan
untuk memanipulasi konfigurasi guna menghasilkan pola-pola yang tak terbatas.

Dua didesain untuk menciptakan dua kesan yang terbentuk dengan mengaplikasikan warna yang berbeda dalam dua permukaan. Desain geometrik yang lainnya, Raut dan Arah terinspirasi dari pola deretan batu bata, melukiskan ekspresi wajah yang kuat yang akan memberikan karakter yang kuat dalam satu ruangan.

Keindahan dan kehangatan alam juga memberikan inspirasi dalam karya Mosaicart. Forrest terinspirasi dari pepohonan hutan yang tinggi, namun tetap memberikan ruang bagi sinar matahari dan udara untuk mengalir diantaranya. Keindahan warna terumbu karang yang indah dan sekaligus menjadi tempat berlindung bagi makhluk laut tertuang dalam desain Coral yang dikemas dalam bentuk wall art. Bamboe, terinspirasi dari aliran air dari batang bambu yang kerap menciptakan suara gemercik yang menenangkan.

Penggabungkan nuansa traditional dan modern juga hadir melalui desain yang diberi nama Jepara Art Deco. Desain ini terinspirasi dari keindahan tiang kolom rumah tradisional Jepara dengan menambahkan garis Art Deco yang banyak digunakan di gedung-gedung pencakar langit guna memberikan kesan metropolitan.

Berpusat di Jl Arjuna Utara, nomor : 1C Duri Kepa, Jakarta Barat, galerry Mosaicart. Signature Collection ini hadir sebagai komitmen Mosaicart untuk senantiasa memproduksi produk pelapis dinding 3D berkualitas premium berdasarkan kreatifitas dan karakter setiap designernya sehingga setiap desain dari Signature Collection memiliki karakter unik dan kuat.

Dengan hadirnya 16 desain terbaru ini, harapannya akan membantu para konsumen (end user) untuk mendapatkan dinding yang indah dan bercita rasa seni.

Memasuki usia ke-2 ini, Mosaicart juga semakin berkembang dalam variasi teknik finishing sehingga pengguna Mosaicart dapat dengan leluasa memanjakan ide kreatiifitas mereka, dengan warna-warna yang dapat disesuaikan dengan corak desain mereka.

Tim riset dan teknologi Mosaicart juga sedang mengembangkan sistem pengikat kering (dry lock system) yang memungkinkan aplikasi Mosaicart pada dinding tanpa menggunakan semen perekat yang direncanakan akan diluncurkan pada kuartal keempat tahun ini. (red)
Komentar Anda

Berita Terkini