-->
    |

BPP Darangdan Panen Jagung Di Tengah Pandemi Covid-19



PURWAKARTA, dinamikajabar.com
-Sektor pertanian BPP Kec. Darangdan Kabupaten Purwakarta Jawa barat tetap bergrak demi memenuhi pangan bagi warga  Kabupaten Purwakarta khususnya warga  Kecamatan Darangdan meski kita berjuan melawan Covid-19 yang di kenal Virus Corona.

Panen jagung yang di tanam di tanah milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN)VIII yang terletak di Lebakwangi Desa Gunung Hejo, terbilang gagal panen, sebab perhektar hanya dapat 6-ton, biasanya perhektar itu 8-ton.


Menurut Satom,SP Koordinator Mantri Tani BPP Darangdan saat di konfirmasi media (13/04) di saung BPP bersama Heri Juhaeni,SP Mantri tani Desa Linggamukti,  bahwa panen jagung ini bisa di sebut gagal panen, sebab pada saat akan di panen jagung jenis hibrida yang  kami tanam melalui Kelompok Tani (Poktan) Wigura Desa Gunung Hejo, bisa di sebut gagal panen akibat sebelum di panen di serang hama yang merusak, yaitu ulat yang tidak berbulu oleh awam biasa di sebut ulat tentara atau Ulat Grayak "Jelas Satom"

Dan menurut Heri,kami selain memberikan pehaman tentang perawatan tanaman, juga memberikan arahan kepada kelompok tani untuk  memperhatikan intruksi pemerintah, "bersatu melawan virus vorona" dengan cara perbatasan sosial (socisial distancing) menjaga jarak secara fisik, isolasi mandiri dengan tetap di rumah, cuci tangan pakai sabun sebelum aktifitas, juga pakai masker bila di luar, mudah mudah para anggota kelompok tani tidak tertular Covid-19 "Imbuh Heri"

Kemudian menurut Bah Ojoy Ketua Poktan Wigura mengaku dengan menanam jagung hibrida ini seolah olah membudidayakan jagung hibrida, alhamdulillah tanaman jagung tanaman kami ini alhamdulillah berhasil  sekalipun mendapat serangan Ulat Brayak, terus terang saja kami bisa menanam jagung tersebut karena selalu  mendapat arahan tentang cara penanaman dan perawatan nya dari orang BPP,  juga mendapat bimbingan dari H.Badrudin  anggota Poktan Desa Cilingga. "Pungkas Bah Ojoy"
       (Bah)
Komentar Anda

Berita Terkini