-->
    |

Tak Perlu Diperlambat, Polisi Diminta Sebutkan Nama Pejabat Dugaan Korupsi PDAM Karawang



KARAWANG,dinamikajabar.com
Unit Reskrim Polres Karawang diminta secepatnya membuka nama-nama tersangka korupsi senilai Rp 2,9 miliar pada kasus pembelian air baku PJT PDAM Karawang.Selasa 18/02

Hasil penghitungan kerugian negara oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), dinilai oleh pengacara kondang sekaligus pemerhati politik dan hukum Asep Agustian, sudah lebih dari cukup untuk membuka nama tersangka. "Tidak perlu menunggu gelar perkara," katanya.

"Saya mengapresiasi langkah Sat Reskrim Polres Karawang. Apresiasi sekali sudah dapat mengantongi nama tersangka. Tinggal buka nama-namanya," sambung Asep.

Menurut Asep, menahan diri untuk tidak membuka nama tersangka, padahal sudah mengantongi nama, bisa berpotensi menimbulkan preseden buruk bagi lembaga kepolisian. 

"Karena apa pun bentuk dan ceritanya, kalau sudah mengantongi nama, sudah sebutkan saja. Percepat saja. Tidak perlu dilambat-lambat. Sebutkan, tetapkan, tahan tersangkanya. Siapapun yang merugikan keuangan negara risikonya harus ditahan," paparnya.

Menurut Asep, kasus PDAM yang ditangani Polres sudah panjang perjalananya. Tidak perlu menambah panjang dengan menunda penyebutan nama tersangka.

Asep juga menyoroti kasus uprating PDAM Karawang yang ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Asep berpesan kepada Yogie Patriana Alsjah (eks Direktur Utama PDAM Karawang) agar membongkar semua nama yang terlibat dalam aliran dana korupsi. 

"Bongkar semuanya. Kalau ada keterlibatan para petinggi, sudah sebutkan saja kenapa mesti takut, kalau ditelan sendiri rasakan akibatnya," kata Asep.

"Sekalipun orang nomor satu, dua, atau tiga, kalau turut menikmati hasil korupsi kenapa tidak dibongkar? Kenapa mesti takut?" tutup Asep.

Dadang Aripudin
Komentar Anda

Berita Terkini