-->
    |

Kejati Jabar menahan mantan Direktur PDAM Kabupaten Karawang, Yogie Patriana Alsjah,



BANDUNG,dinamikajabar.com
Penyidik Kejati Jabar menahan mantan Direktur PDAM Kabupaten Karawang, Yogie Patriana Alsjah, Bersamaan dengan itu, turut ditahan ‎karyawan PDAM Karawang, Jumali serta dari unsur swasta, Didi Pramadi yang merupakan Direktur PT Darma Premandala.


Kasipenkum Kejati Jabar Abdul Muis Ali membenarkan tentang penahan mantan dirut PDAM Karawang tersebut. Dia menyebutkan, penyidik Kejati Jabar telah menahan tiga orang setelah ditetapkan dengan dugaan sebagai tersangka ‎korupsi pengadaan di PDAM Karawang.

Ketiganya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana. Dalam pasal itu, ada unsur kerugian negara. Untuk menghitung audit kerugian negara, penyidik Kejati Jabar menggandeng akuntan publik.
Mantan Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Karawang, Yogie Patriana Alsyah (YPA) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jawa Barat.

YPA langsung dijebloskan ke jeruji besi bersama dua tersangka lainnya, yaitu mantan Kasubbag Perencanaan Teknik PDAM Tirta Tarum Jumali dan Didi Pramadi dari PT Darma Premandala selaku rekanan PDAM Tirta Tarum.

Kasus yang menjerat tiga tersangka korupsi PDAM Karawang ini merupakan dugaan penyimpangan pekerjaan optimalisasi instalasi pengolahan air (IPA). Kasus ini berawal dari adanya sisa anggaran investasi di tahun 2015 senilai Rp 19.236.601.038 yang belum terpakai.

Dengan adanya sisa anggaran tersebut, Yogi selaku Dirut meminta bawahannya untuk membuat justifikasi teknis sebagai dasar untuk dilakukan pelelangan dalam kegiatan pekerjaan peningkatan kapasitas atau uprating optimalisasi IPA dengan anggaran Rp 5.492.210.000.

“Padahal tersangka sebagai pengguna anggaran mengetahui kalau di dalam RKAP (rencana kerja dan anggaran perusahaan) PDAM tahun 2015 tidak ada kegiatan pekerjaan peningkatan kapasitas atau uprating dan optimalisasi IPA PDAM Tirta Tarum,” ucap Kasipenkum Kejati Jabar Abdul Muis Ali di kantor Kejati Jabar, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (17/2/2020).

Abdul menjelaskan, setelah dokumen justifikasi teknis selesai, Yogi lalu memerintahkan Jumali tersangka lainnya sebagai PPK untuk mengurus dan menyerahkan kepada panitia pelelangan untuk dilakukan proses lelang dengan menggunakan metode pelelangan umum. Proses pelelangan itu akhirnya dimenangkan oleh PT Darma Premandala dengan direktur Didi Pramadi.

Selanjutnya sesuai surat perintah melaksanakan pekerjaan (SPMK) yang di dalamnya ada kontrak, maka kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PT Darma Premandala pada 29 September 2015 dengan masa kerja 90 hari dan nilai kontrak Rp 4.950.300.000, meskipun penyedia jasa tidak dibayar dalam pekerjaannya.

“Intinya di sini modusnya mereka melakukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis dan volume atau mutu,” tuturnya.

Berdasarkan hasil penghitungan, indikasi kerugian yang ditaksir ini mencapai Rp 2,6 miliar. Nilai itu didapat dari jumlah anggaran yang disediakan. (red)

Komentar Anda

Berita Terkini