-->
    |

Warga Desa Dawuan tengah Perum BMI takut kebanjiran




KARAWANG,dinamikajabar.com
Awal musim penghujan bisa  membawa bencana di Desa Dawuan Tengah.Kecamatan Cikampek kabupaten Karawang,pasalnya Sypon Cikaranggelam Amblas sedalam 1 meter dengan lubang menganga diameter 3x3, di akibatkan karena tingginya guyuran air hujan.Senin 6/1/20.

,"Amblasnya tanah di aliran sungai anak Citarum BTT 11 A, membuat warga di tiga kecamatan ketakutan akan adanya banjir.tiga kecamatan tersebut kecamatan Cikampek persisnya wilayah perum Bumi Mutiara Indah ( BMI) Desa Dawuan tengah, kecamatan Tirtamulya dan kecamatan Banyusari.

Kades Dawuan tengah Jejen Zaenal Arifin ketika mengecek ke lokasi mengatakan Sypon yang amblas dari empat Sypon yang ada hanya satu, sypon yang amblas tersebut adalah sypon yang baru dengan ukuran 3 x 3 meter.diduga akibat guyuran air hujan yang cukup tinggi, ujar Kades Dawuan tengah.




,"saya juga belum tahu persis amblasnya tanah akibat apa, atau karena sypon pecah/ jebol.

Saya kuatir dengan amblasnya tanah akan mengakibatkan kebanjiran di wilayah Perum Bumi Mutiara Indah, karena dulu juga sebelum ada perbaikan Sypon wilayah perum Bumi Mutiara Indah kebanjiran sampai satu meter.ucapnya.


Peristiwa ini bermula ketika pada malam tahun baru sekitar pukul 23.00 WIB, saya dapat laporan dari warga bahwa tanah tanggul BTT 11 A yang di bawahnya ada sipon Cikaranggelam Amblas.

Tapi rupanya tanggul memang sudah krisis justru amblasnya tanah takut tanggul jebol.jelas Jejen Zaenal Arifin.

syphon cikaranggelam adalah masalah klasik sejak saya di DPRD Kabupaten. Karawang & DPRD Propinsi Jawa barat, persoalannya hanya masalah kewenangan bahwa itu menjadi kewenangan BBWS Citarum Kemen PUPR, Solusi terbaik adalah Syphon dinaikkan di atas Tarum timur utk mengurangi beban 4 (empat) gorong2. Oleh karenanya BBWS harus secepatnya menganggarkan pengalihan syphon di atas tarum timur BTT 11 A, saya prihatin warga BMI khususnya yang terdampak Cikaranggelam kebanjiran,ujar H Deden Darmansah tokoh masyarakat VB Cikampek, mantan anggota DPRD provinsi Jawa barat.



Komentar Anda

Berita Terkini