-->
    |

Kata Askun Ini Konyol



KARAWANG, dinamikajabar.com
Mencuatnya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang bersumber dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang terbit Tahun 2018 terkait kurang bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) PT. Bukit Muria Jaya (BMJ) Tahun 2017 sebesar Rp. 1.657.273.035,00

Pemerhati politik dan pemerintahan, H. Asep Agustian, SH. MH, yang pertama kali meletupkan kabar adanya temuan BPK tersebut, untuk yang kesekian kalinya mengemukakan pendapatnya. "Dalam persoalan ini saya tidak akan berhenti mengeluarkan statement di media massa, karena memang perlu untuk terus di publish ke publik.",

"Saya sudah mendengar kabar, bahwa pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang pernah mengundang PT. BMJ selaku Wajib Pajak (WP) pasca keluarnya LHP BPK pada Tahun 2018 lalu, dan itu di claim sebagai bentuk upaya atas temun BPK."ucapnya

"Ini konyol namanya! BPK menyarankan untuk di tarik pajaknya, ini malah mengundang untuk klarifikasi. Kalau bukan konyol, apa dong namanya?",

"Jadi sudah lah jangan melakukan pembenaran dengan alasan macam - macam. Kalau perintahnya tarik, ya tarik! Bukan klarifikasi. Tugas mereka kan bukan klarifikasi layaknya wartawan. Tapi nagih, dan mekanisme penagihan itu harus di sertakan dengan nota penagihan resmi.",

"Kalau mereka mengaku sudah melakukan upaya pasca keluarnya LHP BPK. Saya tantang, coba tunjukan dan buktikan nota penagihannya.",

"Masa Pemerintah harus kalah oleh investor selaku WP? Kan tidak lucu. Namanya pajak dalam bentuk apa pun, itu kewajiaban bagi siapa pun pelaku usaha yang mau berinvestasi, tidak ada istilah petugas atau pejabat pajak dari Pemerintah kalah oleh investor.",

"Tidak benar itu kalau upaya dan langkah mereka mengundang hanya untuk klarifikasi. Ini potensi pajak yang seharusnya menjadi pendapatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, dengan adanya pembiaran sehinga menyebrang ke Tahun - Tahun berikutnya, merupakan kelalaian luar biasa, yang tidak dapat di tolerir." Pungkas H. Asep Agustian, SH. MH, 
Komentar Anda

Berita Terkini