|

Dugaan Pungli di SMPN 1 Kota Bekasi Menjadi Buah Bibir



BEKASI, dinamikajabar.com
Kabar adanya dugaan pungli di SMPN 1 Kota Bekasi dengan modus kegiatan study tour Outing Class masih menuai reaksi dari elemen masyarakat.

Ketua Indonesia Figth Coruptipn (IFC) Intan Sari Geny.SH, mengaku geram dengan masih adanya pungli dengan modus Study Tour ataupun Outing Clasa seperti yang terjadi di SMPN 1 Kota Bekasi.

"Saya sudah ingatkan sejak jauh hari kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 untuk tidak menjadikan kegiatan sekolah ekstra kulikuler sebagai ajang proyek cari untung. Kalaupun ada keuntungan harusnya dipikirkan bagaiman membantu siswa yang tidak mampu untuk tetap ikut kegiatan ekskul seperti Outing Class dan lainnya. Ini siswa miski malah tetap diharuskan membayar meski separuh. Harusnya gratis,"ungkap Intan. Rabu (15/1/2020).

Ditambahkan dia, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi juga jangan membiarkan praktek-praktek kolusi, korupsi di sekolah.

"Ini kok Kadiadik nya diam seolah ikut menikmati atau malah jadi fasilitator?,"ucapnya heran.

Intan juga mendesak Walikota Bekasi, Rahmat Effendi untuk mencopot Kadisdik dan Kepsek SMPN 1 Kota Bekasi.

"Kasus dugaan pungli ini akan kami (IFC) laporkan ke Polda Metro Jaya,"tegasnya.

Sekedar diketahui pada awal bulan Oktober 2019 siswa kelas 8 di SMPN 1 Kota Bekasi mengadakan acara Outing Class ke Kota Bandung. Biaya yang dipungut ke siswa sebesar Rp585 ribu. Namun yang disetor ke pihak Travel hanya Rp485 ribu. Ada kelebihan sebesar Rp100. Jika dikalikan dengan 360 siswa yang ikut sudah mencapai Rp30 jutaan.

Selain itu pihak sekolah juga mengakali konsumsi peserta yang dijanjikan adalah makanan siap saji seperti Hoka-hoka Bento dan Mc Donald. Namun pada kenyataanya siswa kecewa karena hanya diberikan nasi timbel. Dari konsumsi saja pihak sekolah mendapat kelebihan sebesar Rp10 ribu per siswa.

Iwan/Dadang
Komentar Anda

Berita Terkini