|

Askun menyoroti Kasus Tipikor SMKN di Karawang



KARAWANG,dinamikajabar.com
Kasus dugaan korupsi di SMKN kabupaten Karawang telah mencederai dan mencoreng dunia pendidikan,” kata Askun Jum'at (25/1/2020).

Asep Agustian alias Asep Kuncir (Askun), menyoroti dan menyoal kasus dugaan korupsi di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Karawang yang menelan kerugian Negara cukup pantastis,capai Rp 4 miliar.

Untuk diketahui, belum lama ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang telah menaikan status penyelidikan menjadi penyidikan atas dua kasus dugaan korupsi yang melilit Dinas Pertanian yang merugikan keuangan negera sebesar Rp9,5 miliar dan Dinas Pendidikan di salah satu SMK Negeri Kabupaten Karawang yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 4 miliar.

Menurut Askun, sangat disayangkan sekali jika sekolah yang seharusnya menjadi benteng anti korupsi, tetapi malah terjadi tindak pidana korupsi di sana. Seyogyanya, guru atau kepala sekolah atau siapapun yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi harusnya menjadi teladan dalam pemberantasan perbuatan korupsi.

“Kok bisa-bisanya sih pelaku menggunakan uang yang bukan peruntukanya, eh malah di belikan 2 kendaraan operasional (Mobil) memang sih mobil untuk operasional sekolah tapikan tidak sesuai RAB , dunia pendidikan tercoreng karena perbuatan tercela seperti itu,” ujarnya.

Askun mengaku prihatin sekaligus menyesalkan atas terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pendidikan dan ia berharap semua stakeholder dunia pendidikan bersama-sama membenahi pendidikan di Kabupaten Karawang agar hal tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Semoga kasus ini yang terakhir terjadi di dunia pendidikan di Karawang,” pungkasnya.

Dugaan kasus korupsi yang membelit SMK Negeri terkait penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana Peningkatan Mutu Manajemen Sekolah (PMMS) dan dana Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BOMU).

Salah seorang Kepala sekolah SMKN di Karawang cukup prihatin dan tidak bisa komentar panjang, ,"kasusnyakan dari penyelidikan ke penyidikan, ya kita menunggu hasilnya biar proses Hukum berjalan, dan sekali lagi saya cukup Prihatin, ujar M

Dadang Aripudin
Komentar Anda

Berita Terkini