-->
    |

PT. Eko Asi Safindo menangkan sengketa tanah di Pengadilan Negeri Karawang

A Ferryanto SH, Kuasa Hukum PT Eko Asi Safindo (Kanan Kemeja Putih)


KARAWANG - dinamikajabar.com

Permasalahan sengketa tanah seluas kurang lebih 1,4 hektar antara PT Eko Asi Safindo melawan ASK ditingkat Pengadilan Negeri Karawang diputuskan dimenangkan oleh PT Eko Asi Safindo.

Putusan tersebut tertuang dalam Nomor : 486/Pid.B/2017/PN.Kwg. per tanggal 8 Februari 2018.

Gugatan dilayangkan oleh pihak PT Eko Asi Safindo melalui Yogi Setia Sativa selaku Direktur Utama yang kemudian dikuasakan kepada A Ferryanto SH, Mohammad Diro Masbang SH, dan Galih Rakasiwi SH selaku kuasa hukum.

Dalam keterangannya, A Ferryanto SH menjelaskan, awal permasalahan terjadi karena adanya jual beli yang dilakukan oleh saudara ASK dengan PT BIT (Bhakti Idola Tama) tanpa sepengetahuan PT Eko Asi Safindo sebagai pemilik sah tanah.

Merasa tidak pernah melakukan penjualan tanah kepada PT BIT (Bhakti Idola Tama), akhirnya menjadi dasar bagi PT Eko Asi Safindo untuk membawa permasalahan tersebut keranah hukum, ungkap Ferryanto saat diwawancarai, Sabtu (21/12/19).

Masih kata Ferryanto, alhamdulillah gugatan dimenangkan oleh pihak kami, yaitu PT Eko Asi Safindo, dan saudara ASK juga sudah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus jual beli tanah tersebut.

Namun sangat disayangkan ketika kami datang ke PT BIT yang saat ini menduduki tanah klien kami guna memasang spanduk untuk menegaskan bahwa tanah ini Mili PT Eko Asi Safindo berdasarkan bukti - bukti dan putusan Pengadilan Negeri Karawang mereka menolak.

"Saat kami akan memasang spanduk, pihak PT BIT menolaknya dengan dalih akan melakukan upaya hukum PK (Peninjauan Kembali, red), ujar Ferryanto."

Tidak ingin terjadi chaos, akhirnya Ferryanto dan tim memutuskan untuk memberikan waktu kepada pihak PT BIT agar dapat mematuhi putusan Pengadilan Negeri Karawang dengan mengosongkan tanah tersebut.

Kita tunggu seminggu, kalau tidak ada iti'kad baik dari pihak PT BIT, kami akan mengambil langkah selanjutnya, yaitu memohon ke Pengadilan Negeri Karawang untuk menurunkan juru sitanya, tegas Ferryanto.(Rama)

Komentar Anda

Berita Terkini