|

Kasus Pemukulan Warga Libatkan Oknum DPRD Dan Oknum Kiyai, Mandeg Di Polisi


      Korban Pemukulan Wirjaya         alias Empe

KARAWANG,dinamikajabar.com
Kasus pemukulan gara-gara "uang cendol" terhadap warga bernama Wirjaya alias Empe warga Desa Dayeuhluhur Kecamatan Tempuran yang terjadi beberapa saat setelah Pileg usai nyatanya mandeg di Polres Karawang. Patut diduga mandegnya perkembangan kasus pemukulan yang dilakukan oleh warga Desa Lemahduhur Kecamatan Tempuran berinisial EB ini karena berpotensi menyeret oknum ASD anggota DPRD Karawang dan oknum kiyai berinisial SA dalam pusaran pidana.

Wirjaya selaku korban pemukulan dalam keluh kesahnya merasa tidak dianggap oleh pihak kepolisian dalam hal ini penyidik yang menangani perkaranya.

"Saya sama saja dengan tidak ditanggapi oleh polisi. Karena saya minta-minta terus SP2HP kasus saya, penyidik bilangnya nanti diantar ke pos tapi nyatanya sampai sekarang gak ada," ujar Wirjaya, Senin (2/12).

Selain merasa tidak dianggap oleh polisi, Wrijaya juga mengaku hanya diberikan harapan palsu oleh polisi pasalnya sudah 8 bulan dirinya melaporkan kasus ini tidak ada perkembangan yang berarti. Padahal kata Wirjaya dalam kasus yang menimpanya sudah muncuk hasil visum dirinya dan juga saksi mata mengaku kalau dirinya dipukul oleh EB.

Karena sudah kelewat sabar menanggapi kinerja polisi, Wirjaya mengancam akan menaikkan kasusnya ke Polda Jabar dalam waktu dekat jika pihak Polres Karawang tak juga memberikan keterangan yang jelas.

"Pasti saya naikkan ke Polda Jabar, kita gelar perkara sekalian saja di sana," tandasnya. (Red)
Komentar Anda

Berita Terkini