|

KHR. Marpu Muhyidin Ilyas, MA : Ajaran Islam yang paling Bisa Digunakan Menangkal Radikalsme Adalah Tasawuf



PURWAKARTA, dinamikajabar.com Pimpinan Ponpes Al-Muhajirin 3 sekaligus ketua panitia acara, KH. Anang Nasihin, MA dalam sambutannya, antara lain mengatakan acara diskusi interaktif tersebut adalah untuk bagaimana menanamkan kecintaan terhadap khazanah keilmuan Islam. “Bagaimana manfaat tasawuf bisa menangkal radikalisme dan ekstrimisme , harus dikaji intensif dan diarahkan untuk kemaslahatan bangsa dan negara”, katanya.

Yang menjadi rahmat bagi semesta alam adalah diri Rosulullah. Islam sudah pasti melekat dengan Rosulullah, karena Rosulullah adalah rahmatan lil alamin, maka otomatis Islam adalah rahmatan Lilalamin”

Hal tersebut diungkapkan Tokoh Ulama Muda Purwakarta, KHR. Marpu Muhyidin ilyas, MA. pada acara Diskusi Interaktif yang diselenggarakan oleh MATAN (Mahasiswa Alhith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah) dan Ponpes Al-Muhajairin 3 Purwakarta, dengan tema ”Pentingnya Tasawuf dan Islam Rahmatan Lil ‘alamin Di era Milenial Menangkal Radikalisme dan Ekstrimisme yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara” di aula Ponpes Al-Muhajirin 3 Citapen Sukatani Purwakarta, pada hari Rabu (27/11/2019).

Acara yang dimoderatori oleh Ustad Okta Riadi, S.Hum dan diawali pembacaan tawasul oleh Ust. Bayu Mahbuby, Lc tersebut dihadiri oleh Mudir Jatman Purwakarta Ust. Zeni Rafli, Kapolsek Sukatani, AKP Budi Harto, Serka Suparta (Babinsa Koramil Sukatani), dan sejumlah peserta dari kalangan santri dan masyarakat serta tokoh agama lainnya.


Kemudian, KHR. Marpu Muhyidin Ilyas, MA dalam paparannya mengatakan bahwa Rosulullah selalu mengedepankan kasih sayang sekalipun kepada yang membencinya. Sikap buruk orang lain terhadap pribadi beliau dianggap sebagai ketidaktahuan orang tersebut. Itu yang dilaksanakan Nabi. Sehingga dimanapun dan kapanpun Rosulullah selalu menebar kasih sayang.

“Ajaran Islam yang paling bisa digunakan menangkal radikalsme itu adalah tasawuf. Jantungnya tasawuf adalah rahmatan lil alamin. Sudut pandang hakikat tasawuf adalah melihat kedalam, bukan pada cangkang atau kemasan. Inilah yang bisa membawa kita tidak bersikap radikal, tidak kasar kepada orang lain”, ujar KHR. Marpu Muhyidin Ilyas, MA.

Kepala Kantor Kesbangpol Purwakarta, Drs. Uus Usna, M.Si pada acara tersebut antara lain mengatakan pada paparannya bahwa kaum milenial merupakan generasi harapan bangsa. Jika kaum muda dari sekarang, tidak diingatkan untuk hal hal positif, rawan sekali untuk terbawa arus yang bisa membuat negara ini tidak kondusif .

Sementara itu, Ketua PC Matan Purwakarta, DR.H. Sri Muldriyanto, M.Pd dalam paparannya antara lain mengatakan bahwa peranan tasawuf dalam menghadapi radikalisme adalah dalam kontraradikalisme. Radikalisme adalah akar dari terorisme. Tujuan ilmu untuk membangun pengertian atau pengetahun. Sementara tasawuf adalah untuk membangun kesadaran. Kesadaran adalah syarat mutlak untuk berislam Tasawuf adalah jalan, tujuannya adalah untuk membangun cinta. Jadi cinta adalah inti dari tasawuf.

Ketua PCNU Purwakarta, KH. Drs Bahir Mukhlis dalam sambutannya mengatakan bahwa Jatman adalah kumpulan para ahli thoriqoh yang mutabaroh, didalanya ada banyak thoriqoh, namun hanya yang diakui sanad silsilahnya secara jelas. Jatman dan NU Purwakarta komitmen menjaga keutuhan NKRI dan merawat kebhinekaan. Mari kita bersama-sama berthoriqoh untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin, dan terutama untuk menangkal paham radikalisme dan ekstrimisme yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara
Komentar Anda

Berita Terkini