|

Ketua komisi II DPRD Karawang Reses di Desa Cikampek Pusaka Harapkan Budidaya Jamur jadi Komoditi baru




KARAWANG,dinamikakabar.com
Ketua Komisi II Anggota DPRD kabupaten Karawang Anggi Rostiana Tarmadi A.Md Reses ke 2 tahun 2019 di Desa Cikampek Pusaka yang di hadiri Kades Cikampek Pusaka, Pendi, aparat Desa , Bhabin Kamtibmas Desa Cikampek Pusaka Aipda Agus DS, Dusun RW dan RT serta tokoh Masyarakat tokoh agama tokoh Pemuda dan Warga masyarakat.

Selain menampung dan menyerap aspirasi dari masyarakat terkait Infrastruktur, pembangunan untuk sarana agama
Dan juga terkait kesehatan dan Pendidikan.

Dalam paparannya ketua komisi II Anggota DPRD bahas mengenai komoditas seperti jamur layak dijadikan komoditi baru di Desa Cikampek Pusaka Kecamatan Cikampek kabupaten Karawang Jawa barat.ujar Ketua Komisi II Anggi Rostiana di acara Reses Ke 2 tahun 2019 di aula Desa Cikampek Pusaka.Rabu 04/12/2019.

Jamur memiliki prospek cerah pada pengembangannya di kabupaten Karawang dengan tingkat keberhasilan penanaman yang cukup tinggi, perawatan yang mudah, serta tidak diperlukan media atau lahan khusus, tak heran jamur menjadi pilihan masyarakat untuk dibudidayakan.


"Jamur memiliki nilai ekonomis yang tinggi di pasaran. Kemudian perawatan yang mudah serta tidak memerlukan media atau lahan yang luas. Saya yakin jamur bakal cepat populer di kalangan petani atau Gapoktan," ucapnya.



Menurut Anggi, meningkatkan mutu komoditas jamur perlu adanya campur tangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Karawang. Misalnya mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang memaksimalkan pengembangan komoditi jamur.

"Dengan adanya pelatihan ini secara tidak langsung akan meningkatkan SDM kita serta diharapkan mampu memenuhi kebutuhan jamur di pasaran," tambahnya.

Permintaan jamur di pasaran memang cukup tinggi, terutama jenis Jamur Tiram (Pleuroptus ostreatus) maupun Jamur Merang (Volvarilla volvacea), sehingga diharapkan masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Kedua jamur jenis ini sangat potensial dikembangkan masyarakat. Walaupun dengan media tanam sempit, atau tidak diperlukan lahan luas.

Jamur Merang ataupun Jamur Tiram harganya di pasaran saat ini mencapai Rp30.000/kilogram. Keduanya menggunakan pola tanam yang sama; cukup ditempatkan di area teduh tanpa pemeliharaan intensif.

"Menariknya, tak harus menjadi pekerjaan utama berikut modal yang tidak terlalu besar dan juga tak butuh SDM khusus dalam jumlah banyak, saya optimistis perkembangannya bakal cepat memacu kesejahteraan petani," Tutup, Anggi.

Dadang Aripudin
Komentar Anda

Berita Terkini