|

Tidak sesuai aturan, Out Fall PT Pelita Cengkareng Paper ditutup


SUBANG - dinamikajabar.com

Tindakan tegas terus dilakukan oleh Satgas Citarum Harum Sektor 19 dalam menindak perusahaan - perusahaan yang mengolah limbahnya tidak benar dan membuangnya ke sungai.

Dalam tindakannya Satgas Citarum Harum Sektor 19 dibawah pimpinan Dansektor, Kolonel Agoes Hari Soewanto mendapatkan mandat langsung dari Menko Kemaritiman untuk mengembalikan kejayaan Sungai Citarum.

Sungai Cilamaya dan Sungai Cibayawak adalah salah satu anak sungai dari sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, karena sudah tercemar oleh lomba industri.

Kedua anak sungai tersebut sebelum ke citarum terlebih dahulu bermuara ke bendungan Barugbug yang ada di Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang.

Parahnya dikarenakan kedua anak sungai tersebut sudah tercemar, jadi sudah barang tentu air di bendungan barugbug pun ikut tercemar, dan hal itu disebabkan oleh ulah dari perusahaan - perusahaan yang justru dari luar Kabupaten Karawang, yaitu Kabupaten Purwakarta dan Subang.

Berdasarkan mandat dari Menko Kemaritiman, Satgas Citarum Harum Sektor 19 terus melakukan inspeksi dadakan (Sidak, red) dan pengecekan terhadap perusahaan - perusahaan yang berada di dua Kabupaten tetangga tersebut.

Sebelumnya sudah lebih dari Sepuluh (10) Perusahaan yang ada di Kabupaten Purwakarta dan Subang kena tindakan tegas dari Satgas Citarum Sektor 19, yaitu berupa penutupan Out Fall atau Saluran Pembuangan Air Limbah.

Namun nampaknya tindakan tegas dari Satgas Citarum Sektor 19 itu seolah tidak dijadikan pembelajaran bagi perusahaan - perusahaan lain, terbukti saat melakukan sidak kembali terdapat Tiga (3) perusahaan yang kedapatan tidak mengolah limbahnya dengan baik.

Salah satunya adalah PT Pelita Cengkareng Paper yang berlokasi di Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, setelah dilakukan pengecekan ternyata baku mutu air limbahnya masih diatas standar yang diperbolehkan.

Atas temuan tersebut, dengan tegas Dansektor 19 menutup out fall atau saluran pembuangan air limbah perusahaan yang memproduksi kertas tersebut.

Sebelumnya sudah dilakukan pengecekan langsung terkait baku mutu air limbah PT Pelita Cengkareng Paper, dan ternyata hasilnya diatas standar yang diperbolehkan, makanya dilakukan penutupan out fall, jelas Dansektor 19, Kolonel Agoes Hari Soewanto saat dihubungi via telephone, Sabtu (09/11/19).

Lebih lanjut Dansektor juga mengatakan, kami dari Satgas Sektor 19 akan terus buru perusahaan - perusahaan perusak lingkungan, dan juga tidak pandang bulu, salah ya tindak, tegasnya.

Sementara itu, salah satu management PT Pelita Cengkareng Paper menjelaskan, hal ini terjadi karena kondisi cuaca, saat musim kemarau, lumpur atau limbah mengendap disungai cilamaya, tapi saat kemarin hujan endapan tersebut keluar dan terbawa arus sampai ke barugbug.

Oleh sebab itu air yang dihasilkan juga akan kotor, jadi saat kami menggunakan air tersebut sudah dalam kondisi tidak bersih, tapi kami akan langsung memperbaikinya sampai air limbah kami sesuai aturan, pungkasnya.(Rama)

Komentar Anda

Berita Terkini