|

Satgas Citarum harum sektor 16 Sosialisasi di MTs Al Ianah




KARAWANG,dinamikajabar.com
Upaya menselaraskan Program Citarum Harum kepada masyarakat luas oleh Satuan Tugas (Satgas) Sektor 16 Citarum Harum melalui sosialisasi, mendapatkan respon positif dari anak didik MTs Al Ianah Desa Duren kecamatan Klari kabupaten Karawang Jawa barat.Kamis 28/11/2019.




Sekitar 100 peserta sosialisasi yang terdiri dari siswa MTs dan Guru menempati Ruangan sosialisasi lapangan olahraga MTs Al Ianah untuk dapatnya mentransformasi materi yang disampaikan oleh Satgas Sektor 16 Citarum Harum yang diwakili oleh Baops Sertu Yudi S, dan Tim Satgas Citarum harum Sektor 16.




Acara sosialisasi dengan mengusung tema “Peran serta siswa siswi dalam kebersihan guna menjaga kelestarian dan eko sistem sungai citarum," dibuka oleh Kepala Sekolah MTs AlIanah Dr. H Jamaludin dengan mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dengan Satgas Sektor 16 Citarum Harum memilih MTs Al Ianah sebagai tempat sosialisasi Program Citarum Harum. “Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaannya Satgas Sektor 16 memilih tempat sosialisasi di MTs Al Ianah Klari, semoga anak didik serta guru-guru mendapatkan pencerahan dari materi yang akan disampaikan oleh Perwakilan Dansektor 16 Citarum Harum,”kata H.Jamaludin

“Berawal dari predikat sungai terkotor sedunia, Citarum sekarang sudah mulai menjadi baik. Kembali menjadi alami, tidak ada limbah yang mengalir di Sungai Citarum,”lanjut Kepala Sekolah berwibawa ini.


Memasuki materi sosialisasi Program Citarum Harum yang dibawakan oleh Perwakilan Dansektor 16 Citarum harum, Sertu Yudi S.mengatakan bahwa Sungai Citarum adalah sungai yang sangat strategis, karena 80% airnya dimanfaatkan oleh penduduk DKI Jakarta, sebagai irigasi mengairi 420.000 Ha sawah di jawa Barat, menjadi tempat pembudidayaan ikan air tawar serta menjadi penghasil listrik 1.900 MW di Bendungan Saguling untuk Jawa-Bali.

“Apa jadinya bila Sungai Citarum dibiarkan rusak dan tercemar ? Ujar Seru Yudi S.Baops Satgas Citarum harum sektor 16 




“Konsentrasi Satgas Sektor 16 Citarum Harum ditahun 2019 ini memprioritaskan aksi-nya menangani Limbah Domestik, Limbah Industri, Sedimentasi dan Penghijauan,”ungkapnya

Menurut data yang dilangsir oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), 8 Januari 2018 sampah yang mendiami Sungai Citarum sebanyak 20.462 Ton/hari diantaranya limbah medis dan 71% tidak terangkut dan menjadi sedimentasi bertahun-tahun tertanam didasar sungai. Sedangkan sampah yang dihasilkan rumah tangga baik yang organik dan anorganik sebanyak 1.927 Ton/bulan, yang tertangani hanya 1.278 Ton/bulan sedangkan yang tidak tertangani sebanyak 649 Ton/bulan. 

“ ini membawa dampak tumbuhnya bakteri E-Coli penyebab penyakit Kram perut, Diare Berdarah, Gagal ginjal kronis 30%, Stroke 5%, Kematian hingga 3% – 5%. Sungguh mengkhawatirkan,”kata Baops Citarum harum sektor 16 menegaskan.


“Sedangkan limbah cair yang dihasilkan oleh industri bila tidak dikelola dan langsung dibuang ke Sungai Citarum membawa dampak keracunan mercury seperti gangguan otak dan mental contohnya sering bingung, tidak konsentrasi, pelupa, susah belajar. Selain itu membawa dampak termor atau sering gemetar pada seseorang, radang dan pembengkakan gusi, gangguan pencernakan dan ginjal, gangguan perkembangan otak janin pada wanita hamil dan kulit tubuh yang mengelupas tanpa sebab,”ulas Sertu Yudi.S

“Dari apa yang saya paparkan dengan adanya campur tangan TNI sebagai Satgas Citarum Harum hanya sekedar membantu. Tanpa keterlibatan, partisipasi dan empaty dari adik-adik serta bantuan masyarakat, TNI dan DLH tak ada apa-apanya. Penanganan atau pemeliharaan Sungai Citarum tanggung jawab kita bersama. Masa di jaman now dan era milenial masih buang sampah di sungai ? Masa adik-adik ini masih mau buang air besar di sungai ? yang dampaknya adik-adik sudah mengetahui dari paparan tadi,”pungkasnya

Dadang Aripudin



Komentar Anda

Berita Terkini