|

KH Abun Bunyamin, M.A, Bersama Rombongan Menemui Menteri Koperasi dan UKM



JAKARTA, dinamikajabar.com Wakil Syuriah NU Jawa Barat DR. KH Abun Bunyamin, M.A,  bersama rombongan pada Selasa (29/10) kemarin menemui Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki di Jakarta. Selain menyampaikan ucapan selamat kepada Teten atas terpilihnya menjadi Menteri Koperasi dan UKM, pertemuan tersebut juga membahas soal pola model bisnis kemitraan antara kelompok usaha besar dengan UMKM.

Teten Masduki menjelaskan dengan terobosan itu, diharapkan kedua kelompok usaha dapat maksimal dan terintegrasi satu sama lain. “Sehingga secara tidak langsung akan mendapat porsi pembiayaan yang lebih besar dari Pemerintah,” ungkap Teten Masduki dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (30/10/2019).

Dirinya menambahkan, langkah ini dilakukan agar usaha kecil dan besar bisa terintegrasi. Dimana diharapkan yang kecil akan tumbuh dan tertarik untuk menjadi besar. Sebaliknya usaha yang besar semakin bisa besar.

“Karena yang kecil dengan bersinergi ini akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pembiayaan lebih besar,” ujar Teten kepada para rombongan.

Dalam pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Induk Koperasi Karyawan (Inkopar) Fadel Muhammad serta Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM yaitu Luhur Pradjarto.

Menanggapi program yang disampaikan Teten, KH. Abun Bunyamin mengaku sangat antusias. Dirinya semakin optimis dunia koperasi di Indonesia dan UKM khususnya akan lebih maju ke depannya dengan program tersebut.

“Sebagai Pimpinan Pondok Pesantren yang didalamnya memiliki unit Koperasi, tentunya ingin mendapat informasi program-program yang dimiliki Kemenkop dan UKM, yang diharapkan memiliki manfaat lebih bagi rakyat khususnya pelaku UMKM dan sebagainya termasuk pendidikan UKM di Pesantren-Pesantren,” ungkapnya

Baca Juga:  Sampai Akhir Tahun Diperkirakan BI Tak Akan Naikkan Bunga Acuan

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta ini menyambut baik, program yang akan dikembangkan Kemenkop UKM sesuai dengan perintah Presiden Jokowi.

“Beliau ingin membawa Indonesia menjadi negara maju. Dimana saat ini Indonesia sudah masuk ke G-20, yang ini berasal dari nilai ekonomi Indonesia, sebagaimana diterangkan bahwa uang yang beredar di kita sudah cukup mesar, APBN dan swasta,” tandasnya.
Komentar Anda

Berita Terkini