|

Pedagang Pasar Jumaah Merasa Dibohongi Oleh Pemkab Purwakarta



PURWAKARTA, dinamikajabar.com
  Pedagang Pasar Jumaah yang tergabung dalam Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Jum'at (29/11) kembali mendatangi Kantor DPRD Purwakarta. 

Kedatangan Warga Pasar Jumaah ke DPRD Purwakarta untuk Menagih Janji Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang beberapa waktu lalu disampaikan ke warga pasar Paska Relokasi Golden Star (GS) Pasar jumaah Blok C yang saat Ini jadi Mall Pelayanan Terpadu, Kehadiran mereka ke Gedung DPRD ini merupakan yang kedua kalinya.

Kehadiran para pedagang pasar jumaah di sambut Ketua Komisi II Alaikassalam, SH.I dan Wakil Ketua Komisi II Yadi serta Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta (Sekda) Iyus Permana,  Dinas BPTSP (Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Koperasi, UKM dan Perindag.

Komisi II DPRD Alaikassalam menindaklanjuti pertemuan yang pertama namun belum ada titik temu, Mudah- mudahan pertemuan kali ini ada solusi terbaik, baik bagi pemerintah daerah maupun bagi para pedagang pasar jumaah yang tergabung Iwapa, sama  - sama tidak ada yang di rugikan ataupun di untungkan sendiri". Ujar alaikassalam

Di sebutkan alaikassalam, "Dimana para pedagang masih bersikukuh atas komitmen awal yang di janjikan oleh pemerintah daerah, bahwa setelah pembangunan selesai para pedagang harus kembali ke semula, itu komitmen awal." Kata alaikassalam

Lebih lanjut alikassalam katakan,  para pedagang Pasar Jumaah yang tergabung dalam Iwapa ini merasa ketakutan tidak bisa berjualan di lokasi semula, karena rencana Pemerintah daerah yang akan menjadikan pertokoan GS (Golden Star) Pasar Jumaah sebagai Mall Pelayanan Publik.

Seperti yang disampaikan Sekda Purwakarta Iyus Permana, bahwa pertokoan GS (Golden Star) Pasar Jumaah akan di jadikan sebagai Mall Pelayanan Publik, yang nantinya digunakan oleh OPD Pelayanan Publik, seperti salah satunya Imigrasi, dan Juga Pelayan Publik lainnya yang di butuhkan masyarakan Purwakarta. Ujarnya

Iyus menambahkan, pihaknya masih memberikan solusi bagi para pedagang, yang nantinya kami rumuskan bersama DPRD dalam APBD 2020, mengingat tempatnya akan digunakan menjadi Mall Pelayan Publik". Tuturnya

Sementara itu, Ketua Iwapa Pasar Jumaah Iwan Sofwan Arief merasa keberatan terhadap pernyataan pihak Pemerintah yang akan mengambil alih semua untuk kepentingan Pelayan Publik seperti yang di sampaikan Sekda Purwakarta. 

"Kami merasa keberatan dengan pernyataan sekda, balik lagi ke Golden Star (GS) adalah harga mati, dan mana yang lebih tinggi antara undang – undang dan hajat hidup orang banyak. Kata iwan saat dikonfirmasi 

Lanjut ia katakan, intinya kami merasa di bohongi oleh pemerintah daerah dan ini harus kami perjuangkan bersama sama pengurus Iwapa Pasar Jumaah." Tegas iwan

"Mereka baru bisa jawab hari ini, kenapa tidak dari kemarin kemarin bahwa gedung GS  akan di gunakan untuk Pelayan Publik, seharusnya bisa di sosialisasikan dari awal  kita duduk bersama, awalnya kan kami para pedagang dijanjikan dapat menggunakan gedung di bawah dan lantai atasnya untuk pelayanan publik, tapi sekarang berubah lagi, ya kami keberatan hari ini." kata iwan

menurutnya, Adanya pelayan publik di atas dan para pedagang di bawah sebenarnya itu mimpi para pedagang, jadi akan banyak yang datang, kalau begini jadinya bagaimana saya menyampaikan kepada para pedagang. 

Upaya yang akan ditempuh ?

saya belum tau, tapi saya sudah siapkan upaya upaya selanjutnya dalam memperjuangkan hak hak para pedagang Pasar Jumat, bisa saja saya kalah. tapi saya akan melawan , dan saya tetap akan berjuang salah satu akan saya tempuh jalur hukum, dan pertemuan hari ini kami keberatan. Pungkasnya. (Red)
Komentar Anda

Berita Terkini