|

Bermasalah, tapi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tetap melibatkan PT TGP dalam lelang


BOGOR - dinamikajabar.com

Seperti yang sudah di beritakan sebelumnya, Selasa, (08 Oktober 2019)  terkait adanya dugaan kangkalikong di Tubuh Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor patut menjadi sorotan.

Pasalnya belum lama ini PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pengerjaan pemasangan dan penanaman pipa di wilayah Cimahpar - Sukaraja yang banyak dikeluhkan warga sekitar, karena mengakibatkan lingkungan sekitar kumuh, semrawut, dan pekerjaan tidak profesional.

Sejak awal sudah diingatkan agar menjaga kenyamanan dan kebersihan di lokasi pekerjaan, padahal perusahaan berplat milik Kota Bogor ini yang tiap tahunnya kerap mendapatkan sokongan dana baik dari APBD maupun APBN untuk penambahan investasi.
Namun, sangat disayangkan oleh warga setempat yang mengeluhkan kinerja pelaksana, lantaran membuat lingkungan sekitar kumuh, semrawut, bahkan banyak tumpukan galian dan karung yang berserakan.

"Bukan hanya kotor dan kumuh tapi pekerjaan tidak profesional, tanah yang awalnya di gali tidak di rapikan lagi sampai beberapa waktu lalu ada kendaraan yang amblas karena galian tanah pemasangan dan penanaman pipa PDAM tersebut, seharusnya jika sudah di lakukan penggalian otomatis tanah berserakan kemana-mana bahkan ada juga yang berserakan makan bahu jalan," ujar salah seorang warga yang dimintai pendapatnya.

Padahal jelasnya, sejak awal sudah diingatkan agar menjaga kenyamanan dan kebersihan di lokasi pekerjaan.
Selain itu, menurut informasi dilapangan proses pelelangan pemasangan pipa tersebut tidak terbuka dalam setiap tahapan nya, bahkan ada dugaan proyek-proyek ilegal PDAM yang mekanisme pelaksanaannya dilakukan tanpa proses lelang, disinyalir kontraktor pelaksana proyek tersebut fiktif.

Sehingga menimbulkan kecurigaan publik, diduga adanya perusahaan titipan yang bisa kapan pun mendapatkan proyek-proyek PDAM dengan nama perusahaan itu-itu saja. Bahkan ada anggapan
proyek-proyek PDAM itu adalah dikerjakan oleh perusahaan pesanan.

Pasalnya proyek PDAM itu menggunakan metode lelang, wajar jika ada pertanyaan ada apa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dengan PT. TGP. Hal tersebut patut di pertanyakan bahkan disinyalir ada kong kalikong.

Tambah lagi dalam pengerjaan pemasangan pipa tersebut adanya kejanggalan yaitu terkait PIPA, Pipa High Density Polyethylene (HDPE) PE 100 yang di gunakan oleh PDAM Tirta Pakuan. Pipa yang digunakan memang sudah memenuhi standar bahkan kwalitas terbaik karna diproduksi berdasarkan SNI (Standar Nasional Indonesia).

Dengan sifatnya yang lentur dan kuat pipa tersebut sering di manfaatkan untuk jaringan pipa bawah tanah yang menuntut ketahanan terhadap beban dari permukaan dan kelenturan mengikuti kontur tanah degan begitu dapat meminimalisir resiko pipa pecah dan mampu bertahan dalam jangka waktu lama.

Yang jadi pertanyaan, jika Pipa HDPE PE 100  sudah memenuhi standar PDAM Tirta Pakuan tapi kenapa bisa terjadi kebocoran, baru juga di pasang belum lama ini tapi sudah mengalami kebocoran. Jadi patut di duga kalau pemasangannya yang tidak benar mengakibatkan kebocoran.

Sementara itu Dani Rahmawan Selaku Manager Trandist melalui humas mengatakan, bahwa dalam setiap pekerjaan galian untuk pemasangan pipa PDAM saat ini menggunakan metode Boring untuk meminimalisir galian dan kerusakan pada jalan.

Walaupun demikian pada saat proses pelaksanaan pekerjaan galian akan berdampak terhadap lingkungan seperti kumuh dan kotor.
“Tetapi setelah pipa terpasang, maka kondisi bekas galian akan di rapikan kembali maupun diaspal atau dibeton (dikembalikan ke kondisi semula). Dan apabila masih dalam pemeliharaan pekerjaan terjadi kerusakan kembali dibekas galian tersebut,maka akan segera diperbaiki lagi oleh pelaksana pekerjaan", ungkapnya.

Ditambahkannya, terkait dugaan proyek-proyek PDAM yang tidak transparan, Dani tidak membenarkan alias mmengelak, dengan alasan bahwa setiap kali ada proyek pasti PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam memproses pekerjaan menggunakan mekanisme lelang jika nilai pekerjaannya diatas Rp. 500.000.000.

“Proses lelang dilakukan dengan transparan, yaitu pengumuman pekerjaan yang dilelangkan dan ditayangkan di Website PDAM Kota Bogor dan ditempel di papan pengumuman di Kantor PDAM Kota Bogor,” tambahnya.

Dani menegaskan saat disinggung adanya perusahaan titipan lagi lagi mengelak, menurutnya tidak ada perusahaan titipan, karena proses lelang sudah dilakukan sesuai prosedur.

Ketika diminta komentarnya adanya pipa yang belum lama di pasang sudah mengalami kebocoran, dirinya menjelaskan jika pipa tersebut mengalami kebocoran, maka pihak kontraktor berkewajiban untuk memperbaiki kembali karena masih tanggung jawab kontraktor sampai dengan masa pemeliharaan terlampaui.

“Dan untuk meminimalisir kebocoran di pipa yang baru dipasang, maka harus dilakukan pengetesan tekanan terlebih dahulu sebelum pipa baru tersebut difungsikan,” pungkasnya.

Apapun argumen dari pihak PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Kami meminta dan mendorong  kepada pemangku kebijakan yaitu Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dan PPK agar menindak tegas pengusaha bahkan perusahaan yang ada kang kalikong hanya demi memenangkan proyek-proyek di kota Bogor diantaranya proyek PDAM, karena itukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Plat Merah di Kota Bogor mustahil jika orang nomor satu di PDAM Tirta Pakuan Kota tidak mengetahui.(Rama)
Komentar Anda

Berita Terkini