|

Limbah Pertamina tidak ada keberkahan bagi Masyarakat




KARAWANG dinamikajabar.com
Menyikapi persoalan limbah pertamina sungguh sangat miris. Mengingat penangan ini sangat berlarut-larut. Pertamina lambat dalam menangani persoalan penanganan limbah ini. Yang dirugikan jelas masyarakat desa yang berdampak langsung oleh limbah tersebut.senin 02/09.

Di samping ribuan nelayan yang terganggu mata pencahariannya karena limbah pertamina, ini berdampak juga ke sektor industri perikanan di TPI di desa yang terkena dampak. Sektor wisata pantai pun ikut terganggu, akibat menurunnya jumlah pendatang. Warung-warung seputar pantai mengalami penurunan penghasilannya akibat sepinya pengunjung pantai di desa yang terkena dampak. Ujar Dona Romdona Aktivitis Lingkungan

Sementara Pertamina sampai hari ini belum bisa menyelesaikan persoalan kompensasi buat masyarakat yang terkena dampak langsung. Ini menjadi keresahan masyarakat. Masyarakat menilai tidak ada keberkahan dengan musibah ini. Bisa dibayangkan hampir setiap hari masyarakat harus menerima kebisingan motor pengangkut limbah pertamina ke titik pengumpulan limbah. Saya lihat di desa sungaibuntu masyarakat sudah mulai resah. Di samping harus menerima kebisingan, masyarakat harus menerima bau nya limbah minyak yang dikumpulkan di halaman desa sungai buntu, kecamatan pedes kabupaten Karawang.

Tidak sedikit masyarakat yang terganggu kesehatannya akibat bau busuknya limbah minyak yang dikumpulkan di halaman desa Sungaibuntu. Terkadang masyarakat sering komplain, namun Pertamina belum melihat sisi ini sebagai dampak yang merugikan. Katanya

Jelas ini bukan musibah yang berskala regional, musibah ini harus di bawa ke pusat untuk turun tangan langsung menangani kebocoran minyak pertamina. Mengingat penanganan ini sampai berlarut-larut tanpa ada kepastian penyelesaian yang signifikan.

Bagi kami masyarakat sungaibuntu, ini bukan keberkahan – walaupun masyarakat di gaji untuk terlibat aktif pengangkutan limbah. Namun, ini adalah bencana bagi masyarakat kami. Dan kami menilai ini karna faktor _human error_ pihak pertamina, bukan karena bencana alam.pungkas Dona

Dona Romdona
Komentar Anda

Berita Terkini