|

Dansektor 16 Satgas Citarum Harum, Kol Czi Sajad Sosialisasikan Program Citarum harum di SMPN 2 Klari




KARAWANG dinamikajabar.com
Upaya menselaraskan Program Citarum Harum kepada masyarakat luas oleh Satuan Tugas (Satgas) Sektor 16 Citarum Harum melalui sosialisasi, mendapatkan apresiasi dan respon positif dari anak didik SMP 2 Klari desa Curug kecamatan Klari kabupaten Karawang Jawa barat Jum’at (13/9/2019).




Sekitar 100 peserta sosialisasi yang terdiri dari siswa SMP, di aula SMP negeri 2 Klari, mendapat arahan informasi materi yang disampaikan oleh Dansatgas Sektor 16 Citarum Harum, Kolonel Czi Sajad Mawardi dan Danki SSK dan juga Danramil 0412/ Klari Kapten Inf Sumur Panjaitan ,Drs Suryono Kepsek SMPN 2 Klari, sekdes Curug Wardono,dan ketua komite SMPN 2 Klari Sambas Sulaeman.



Acara sosialisasi dengan mengusung tema “Dengan kesadaran diri, kita ciptakan lingkungan bersih dan sehat” dibuka oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Klari. Drs Suryono dengan mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dengan Satgas  Citarum Harum sektor 16 memilih SMPN 2 Klari sebagai tempat sosialisasi Program Citarum Harum. “Kami ucapkan terima," semoga anak didik serta guru-guru mendapatkan pencerahan dari materi yang akan disampaikan oleh Dansektor kata Drs Suryono

“Berawal dari predikat sungai terkotor sedunia, Citarum sekarang sudah mulai menjadi baik. Kembali menjadi alami, tidak ada limbah yang mengalir di Sungai Citarum,”lanjut Kepala Sekolah berwibawa ini.





Memasuki materi sosialisasi Program Citarum Harum yang dibawakan oleh Dansektor 16 Citarum harum, Kolonel Czi Sajad Mawardi, mengatakan bahwa Sungai Citarum adalah sungai yang sangat strategis, karena 80% airnya dimanfaatkan oleh penduduk DKI Jakarta, sebagai irigasi mengairi 420.000 Ha sawah di jawa Barat, menjadi tempat pembudidayaan ikan air tawar serta menjadi penghasil listrik 1.900 MW di Bendungan Saguling untuk Jawa-Bali.

“Apa jadinya bila Sungai Citarum dibiarkan rusak dan tercemar ? Maka untuk memenuhi kebutuhan air bersih kita akan membeli bila dihitung akan menghabiskan uang sebesar Rp 197 Trilliun/Tahun,”lanjut Kolonel Czi Sajad


Lebih lanjut Kolonel Sajad mengatakan, bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan listrik ? kita akan mengalami kerugian dengan pengeluaran uang sebesar Rp 240 Trilliun/Tahun serta kerugian akan konsumsi ikan sebesar Rp 10 Trilliun/Tahun dan bidang pertanian atau pangan mengalami pengeluaran sebesar Rp 20 Trilliun. Satu kata untuk kondisi tersebut yakni, pemborosan.

“Konsentrasi Satgas Sektor 16 Citarum Harum ditahun 2019 ini memprioritaskan aksi-nya menangani Limbah Domestik, Limbah Industri, Sedimentasi dan Penghijauan,”ungkap Kolonel Czi Sajad Mawardi

“Dari apa yang saya paparkan dengan adanya campur tangan TNI sebagai Satgas Citarum Harum hanya sekedar membantu. Tanpa keterlibatan, partisipasi dan empaty dari adik-adik serta bantuan masyarakat, TNI tidak ada apa-apanya. Penanganan atau pemeliharaan Sungai Citarum tanggung jawab kita bersama. Masa di jaman now dan era milenial masih buang sampah di sungai ? Masa adik-adik ini masih mau buang air besar di sungai ? yang dampaknya adik-adik sudah mengetahui dari paparan tadi,”pungkas Kolonel Sajad

khusus dalam menangani sampah. “Diupayakan mengurangi menghasilkan sampah dimulai dari rumah, karena menurut UU No. 18 Tahun 2008 pasal 12 bahwa Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan,”tutupnya

Dadang Aripudin


Komentar Anda

Berita Terkini