-->
    |

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Dr. Kh. Abun Bunyamin, Da’i Harus Bisa Mengikuti Jejak Para Ulama Salaf As Shalih



PURWAKARTA, dinamikajabar.com
Selama tiga hari TMNU dan LDNU Pusat menggelar Pelatihan Ta’mir, Khatib dan Da’i Nasional mulai hari Jumat-Ahad 2-4 Agustus 2019 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 Jl. Ipik Gandamanah Kel. Ciseureuh Purwakarta.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Dr. Kh. Abun Bunyamin, MA selaku Sohibul Bait mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah mempercayakan kegiatan di Pesantren Al-Muhajirin.

“Kami selaku sohibul bait mengucapkan terima kasih kepada PBNU yang telah berkenan mengadakan kegiatan di tempat kami, dan kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam memfasilitasi kegiatan ini,”katanya.

Kyai Abun memberikan pesan kepada para peserta pelatihan bahwa Da’i harus seperti ulama terdahulu.

“Sebagai Da’i harus bisa mengikuti jejak para ulama salaf as shalih salah satunya ketika meninggal mereka meninggalkan karya yang dapat bermanfaat bagi umat,” kata Doktor ilmu tafsir ini

Sementara di tempat yang sama KH. Abdul Manan A Ghani selaku ketua PBNU di daulat untuk membuka acara pelatihan ini, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Da’i tidak cukup soleh tapi harus muslih.

“Orang ‘soleh’ menurut Imam Al-Ghazali adalah orang yang baik secara pribadi. Sedangkan oleh ‘muslih’ adalah orang yang baik secara pribadi serta sosial,”kata Kyai Manan.

Beliau melanjutkan bahwa, “Ceramah dengan mengharapkan materi itu gampang, tapi yang susah menjadi Da’i yang muharrik, Ta’mir yang muharrik dan Khatib muharik,” tegasnya.

Saat ini seorang khatib dan da’i harus percaya diri tidak hanya di hadapan santri atau jama’ah tetapi harus piawai juga berceramah di media sosial.

“Kita akan kalah telak kalau berceramah hanya secara oral di era 4.0 ini, maka nanti akan diberikan materi bagaimana mengisi konten ceramah di medsos,”paparnya

Keilmuan kita jelas bersanad kepada ulama-ulama yang mashur keilmuannya sampai kepada Rasulullah Saw. Dan jelas kita sebagai ashabul haq dalam beraqidah artinya kita jelas berpijak dalam kebenaran.

Di akhir materinya kyai Manan mengajak agar merawat dan menjaga NKRI.

“NKRI bagi NU adalah harga mati, dan pancasila telah final, maka kita sebagai khatib dan da’i harus mempertahankan NKRI dan pancasila di bumi pertiwi ini,” pungkasnya.
Komentar Anda

Berita Terkini