-->
    |

PHBN Desa Cilingga Gelar Wayang Golek Meriahkan HUT-RI Ke-74.




PURWAKARTA, dinamikajabar.com
Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Cilingga Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta dengan menggelar seni budaya masyarakat sunda, yaitu Wayang Golek dari Purwakarta, Senin malam (19/08) bertempat di halaman Kantor Desa Cilingga.




Pagelaran Wayang Golek tersebut di hadiri Kang Dedi Mulyadi Budayawan Jawa Barat, H.Agus Hasan, Sos.MSi Kadispora Kabupaten Purwakarta, Camat Darangdan Ade Sumarna, SH.M.Si, Kepala Desa Cilingga HM.Ade Mulyana kemudian dihadiri penonton sekira 1500 orang termasuk penonton yang datang dari luar Kecamatan Darangdan.

Ki Dalang muda asal kota Purwakarta Yudistira Manunggal BH Dangiang Kahuripan Purwakarta dengan membawa cerita "KARNA TANDING"
diiringi dua orang Pesinden si Kembar yang sudah motekar, yakni Yayah dan Yuyun.

Menurut Kidalang Muda asal kota Purwakarta saat di konfirmasi media sebelum magelaran, bahwa lakon Karna Tanding itu "Prabu Matswapati, Prabu Puntadewa, dan Prabu Kresna di hadap oleh Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa, Drestajumna dan Satyaki, mereka itu bersedih dengan gugurnya Gatotkaca oleh senjata Kunta milik Adipati Karna.
Prabu Matswati menasehati keluarga Pandawa agar mereka tidak terlalu larut dalam kesedihan sebab Bratayuda belum selsai. "Ujar Kidalang"

Kepala Desa Cilingga HM.Ade Mulyana dalam kata sambutannya melaporkan tahapan kegiatan menyambut HUT-RI ke-74 selama 45-hari, sejak bulan Juli 2019 hingga sekarang di gelarnya wayang golek, yaitu "Mulai dari Turnamen sepak bola dan Volly bal, Tabligh Akbar,  Penampilan kreasi seni dari masing Rt hingga sekarang pagelaran wayang golek, kemudian Alhamdulillah Gapura Desa Cilingga meraih juara ke-1 tingkat Kecamatan, kemudian Jampana meraih juara ke-2 tingkat Kecamatan "Kata HM.Ade Mulyana"

Penjelasan Camat Darangdan Ade Sumarna bahwa jabatan Kepala Desa Cilingga pada tanggal 28 Agustus itu  sudah habis masa jabatannya, tapi Alhamdulillah program  kerjanya selama lima tahun itu sudah terselsaikan, terutama dalam pembangunan tanpa ada permasalan sedikitpun, sukses tanpa akses.
Wayang golek itu bisa disebut penyampai informasi, seperti cerita atau lakon  yang diambil Kidalang muda malam ini "KARNA TANDING" wayang golek itu Tontonan tapi bisa disebut Tuntunan "Pungkas Camat"
 (Bah Endang)
Komentar Anda

Berita Terkini