-->
    |

Penempatan Kasubag RT Setwan Karawang Disoal, Andri : Tidak Ada Regulasi Yang Dilanggar




KARAWANG, dinamikajabar.com
Pasca gelaran rotasi, mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, pada Bulan Juli 2019 lalu, yang di lakukan 2 tahap untuk eselon III dan IV. Bukan berarti tanpa reaksi dan gejolak. Reaksi serta gejolak kecil muncul pasca di lakukannya rotasi, mutasi dan promosi jabatan eselon III dan IV.

Di mana pengisian kekosongan salah satu jabatan Eselon IV/a di Sekretariat Dewan (Setwan). Yaitu jabatan Kepala Sub Bagian Rumah Tangga (RT) yang di anggap mengabaikan Daftar Urut Kepangkatan (DUK), karena pejabat yang mengisi jabatan tersebut secara kepangkatan masih di bawah stafnya. Sehingga menimbulkan dugaan - dugaan tertentu.

Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan angkat bicara mengenai di persoalkannya pengisian jabatan Kasubag RT Setwan. "Itu kan hanya persoalan DUK saja, tidak menabrak regulasi atau aturan. Selama tidak menabrak aturan, saya pikir tidak ada masalah dan tidak perlu di persoalkan. Tinggal di geser saja staf yang memang secara kepangkatan di atas Kasubagnya."ujar Andri Kurniawan

"Berdasarkan lampiran I, Romawi II, Huruf A, angka 5, dan Huruf B, angka 1 Peraturan Kepala BKN Nomor 13 Tahun 2002, salah satu persyaratan untuk di angkat dalam jabatan fungsional adalah Serendah - rendahnya memiliki pangkat 1 (satu) tingkat di bawah jenjang pangkat yang di tentukan. Sesuai dengan ketentuan tersebut. Contohnya, PNS yang memiliki golongan ruang III/b dapat di angkat dalam jabatan struktural eselon IVa.",

"Dalam proses mutasi atau promosi pejabat struktural, dapat di usulkan oleh kepala perangkat daerah dan kemudian di bahas melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) sebagai tim penilai kinerja. Oleh karena itu,
Setelah pelantikan pejabat struktural, Kepala Perangkat Daerah dapat melakukan redistribusi secara internal terutama PNS yang menduduki pejabat pelaksana, ko sesuai dengan kebutuhan internal perangkat daerah dengan meperhatikan keberlanjutan program kegiatan.",

"Artinya, seseorang pejabat yang dengan pangkat 1 (satu) tingkat di bawah, boleh menduduki jabatan tertentu. Seperti halnya Ivan Murbantaka S. Kom yang masih bergolongan III/b menduduki jabatan eselon IV/a sebagai Kasubag RT Setwan. Karena memang mungkin secara kompetensi di nilai mumpuni untuk mengemban amanat jabatan tersebut? Sehingga pimpinan di OPD mau pun Baperjakat menganggap layak untuk menduduki jabatan sebagai Kasubag Katanya

"Adanya reaksi dan gejolak, saya anggap hal yang sangat wajar, bagian dari dinamika saja. Tentunya sudah dengan pasti keputusan menempatkan Ivan Murbantaka S. Kom bukan tanpa pertimbangan matang, resiko ini pasti sudah di pertimbangkan secara matang oleh pimpinan OPD mau pun Baperjakat.",

"Hanya saja yang amat sangat di sayangkan, kenapa harus muncul dugaan - dugaan seperti adanya dugaan wani piro. Walau pun itu dugaan, kan tidak baik.bebernya

Dadang Aripudin
Komentar Anda

Berita Terkini