|

Pemerintah Bantulah Keluarga Patona, TKI Asal Cirebon 20 Tahun Tidak Ada Kabar



CIREBON, dinamikajabar.com Patona (27), Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa pegagan lor, Kecamatan kapetakan, Kabupaten cirebon, Provinsi Jawa Barat. Yang bekerja di Yordania, diketahui hilang kontak dengan keluarga sejak tahun 2017 lalu.

Sampai saat ini tidak ada kabar dan sulit untuk di hubungi via telepon seluler atau gengam milik Patona, yang katanya mau pulang ke kampung halamannya pada bulan April tahun 2017 lalu, keluarga pun sangat menunggu dan cemas.

Patona (27), merupakan anak ke (2) dari pasangan suami istri ( Pasutri)  WARNATA dan TAWI  (48) dari empat bersaudara, Patona diketahui berangkat ke Yordania setelah lulus dari bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) setelah lulus sekolah 3 ( tiga ) bulan kedepan tahun 2009 silam. Hal itu di ungkapkan oleh kedua orang tua Patona, rabu (14/8/2019).

Menurutnya, Warnata dan Tawi, bermodal Nekat, Patona pun berkeinginan untuk bekerja sebagai TKI dan berangkat hanya dengan bekal surat keterangan yang di urus oleh pihak sponsor.

"Pada tahun 2009 silam saya masih ingat, bahwa anak saya berangkat itu setelah lulus SMP, ya belum punya KTP, Pakenya surat keterangan yang mengurusnya juga  Sponsor, tapi nama sponsor dan nama PT juga Lupa, kalo gak salah sponsornya orang indramayu dan PT nya di Jakarta," Ungkapnya

 
Diakui, Warnata, Putrinya Bernama Patona berangkat sejak tahun 2009 silam, hanya beberapa kali menerima transperan atau kiriman uang dari Patona, trakhir pada tanggal 26/6/2014 lalu mendapatkan transperan gaji bulanan melalui wester union (WU) dari pengirim dengan nomor rumah majikanya (71)  Amman Omal Sumaq, dengan nama majikanya bernama : ABD AlHAFED ALNIMAT,  YORDANIA. 

Selain itu, juga Warnata mengaku hanya beberapa kali mendapatkan kabar dari sang anak melaui via telepon seluler atau genggam Milik Patona.

Namun, Intensitas keluarga berkomunikasi dengan Patona hanya bertahan sekitar 7 (Tujuh) tahun, dan selanjutnya pada  tahun 2017 lalu hingga kini.

"Kami sekeluarga merasa cemas dan khwatir serta bingung, karena nomor kontak Patona sulit di hubungi  hingga saat ini," Tuturnya sembari meneteskan air mata dikediamanya ketika didampngi oleh perangkat desa pegagan lor Pepen Efendi, dan pihak keluarga Patona

Rasa gelisah dan cemas tampak menyelimuti keluarga pasangan suami istri, Warnata dan Tawi, pihak keluarga juga sangat berharap kepada pemerintah Agar mau membantu menemukan dan memulangkan Patona.

Segera ambil tindakan supaya Patona bisa ditemukan dan kembali kekampung halamanya, karena hingga kini keluarga sangat menanti dan sangat menunggu. Harapnya pihak keluarga. (WD)
Komentar Anda

Berita Terkini