|

Nasib DPD Partai Golkar karawang di ujung Tanduk




KARAWANG, dinamikajabar.com
Menurut salah seorang PK, mosi tidak percaya para pengurus PK tersebut didasari ketidakpuasan atas kempemimpinan ketuanya.Rabu 28/08/2019

“Teman-teman PK itu menyatakan mosi tidak percaya karena didasari ketidakpuasan karena dalam organisasi aspirasinya tidak pernah diakomodir. Lantas apakah aspirasi PK ini dianggap keliru?. Mereka menyampaikan aspirasi melalui prosedur yang benar. Belum berdemonstrasi turun ke jalan,” ujar salah seorang PK Golkar yang enggan di sebut namanya.




“Menurut saya, mosi tidak percaya yang dilakukan teman-teman PK ini adalah bukti mereka memiliki semangat dalam berorganisasi, utamanya membesarkan Partai Golkar. Ini harus ditanggapi secara positif. Bukan diabaikan. jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua PK Kecamatan lain menyampaikan, mosi tidak percaya yang dilakukan 22 PK ini bukan didasari permasalahan pribadi di internal pengurus. Namun, hal wujud ketidakpuasan pengurus tingkat kecamatan terhadap kebijakan pimpinan, dalam hal ini adalah Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang SM




“Kami ini dalam satu wadah organisasi. Mosi tidak percaya itu kami lakukan semata-mata karena kami ingin berkontribusi Jadi ini murni aspirasi, bukan masalah pribadi,” jelasnya.


Menurutnya, 22 PK ini pun tidak ‘ujuk-ujuk’ melakukan mosi tidak percaya. Namun, persoalan yang berujung tindakan mosi tidak percaya itu sebelumnya telah disampikan dalam forum di DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang

“Kita juga nggak langsung menyatakan mosi tidak percaya kok. Misalnya persoalan penghimpunan saksi dan dana saksi Pemilu 2019, para PK sebelumnya sudah menyampaikan di dalam forum rapat DPD PG Jadi mosi tidak percaya ini karena didasari ketidakpuasan pengurus PK terhadap keputusan atau kepemimpinan ketua (Syukur M). Jadi yang kami lakukan ini sifatnya koreksi, tidak ada tujuan lain,” paparnya.

Ketika kami hubungi melalui Hp ketua DPD partai Golkar kabupaten Karawang, tidak aktif

Dadang Aripudin


Komentar Anda

Berita Terkini