-->
    |

Komnas Perlindungan Anak : TIDAK ADA KATA DAMAI ATAS KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK YANG DILAKUKAN JHH (32) DI KOTA SIDIMPUAN (Kejahatan Seksual Terhadap Anak merupakan Kejahatan Luar Biasa)




JAKARTA, dinamikajabar.com 
Kekerasan seksual terhadap anak merupakan tindak pidana khusus dan luar biasa, dan ancaman pidananya juga secara khusus yakni minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun pidana penjara bahkan dapat diancam dengan hukuman seumur hidup. Oleh karenanya, harus pula ditangani secara khusus dan luar biasa,  dengan demikian apapun alasan dan siapapun yang melakukannya tidak ada toleransi dan damai atas kasus ini.

"Jika ada aparatus Desa dan warga masyarakat mencoba menawarkan penyelesaian dengan cara damai, bujuk rayu dan janji-janji serta  mendorong korban  untuk mencabut laporan Polisi atas perkara kejahatan seksual yng patut diduga dilakukan JHH (32) dan yang telah menjadi tersangka di Polres Padangsidempuan sesuai dengan Laporan Polisi No : LP/348/VIII/2019/SU/PSP tertanggal 1 Agustus 2019 dapat dikenakan tindak pidana membiarkan dan mendorong terjadinya perkara pelanggaran hak  anak. Dan oleh ketentuan UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua ayas UU RI No : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak  dapat diancam dengan pidana kurungan lima tahun pidana penjara...

Dengan demikian, mengingat tindak pidana yang dilakukan JHH bukan delik aduan tetapi delik biasa dan JHH  telah pula menjadi tersangka,  Komnas Perlindungan Anak mendukung Poltesta Sidimpuan   tidak melayani tawaran Damai dan cabut perkara dari keluarga korban yang didukung  oknum kepala desa.

"Komnas Perlindungan Anak Indonesia mendorong dan menguatkan  para pegiat Perlindungan Anak Yayasan Burangir Tapanuli Selatan yang mendampingi korban dan keluarga korban, dan dalam.waktu dekat akan bertulis surat dan.kordinasi dengan Polresta Sidimpuan", demikian disampailan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Minggu 11/08.

Dadang Aripudin
Komentar Anda

Berita Terkini