-->
    |

Ganjil, PA Belum S1 Jadi Kandidat Ketua DPRD Karawang



KARAWANG, dinamikajabar.com
Pasca pelantikan 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang 5 Agustus 2019 lalu, sampai saat ini untuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum terbentuk, untuk pimpinan pun masih bersifat sementara sampai adanya keputusan pimpinan definitif. Di mana untuk Ketua sementara masih di pegang oleh Fendi Anwar dari Partai Demokrat (PD), dan untuk Wakil Ketua sementara masih di pegang oleh H. Endang Sodikin dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Tokoh masyarakat Karawang, sekaligus sebagai aktivis senior, H. Awandi Siroj Suwandi berpendapat. "Ada baiknya untuk penetapan unsur pimpinan definitif dan AKD jangan terlalu lama, agar program kerja DPRD Karawang tidak terkendala. Masalahnya, saat ini sudah harus membahas agenda - agenda penting, berkaitan dengan program anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020."Ujar Awandi Siroj

"Artinya, dalam hal ini. Partai Politik (Parpol) dalam menentukan perwakilan kadernya yang duduk di DPRD dalam hal menentukan pimpinan dan AKD harus bergerak cepat, jangan terlalu lama, bila perlu satu pelan setelah pelantikan, penentuan unsur pimpinan dan AKD sudah harus selesai. Agar anggota Dewan bisa tancap gas.",

"Selain itu, yang tidak kalah penting bagi Parpol dalam menetapkan perwakilan kadernya yang duduk di DPRD Karawang untuk unsur pimpinan bagi Parpol pemenang. Harus benar - benar telaten dan berdasarkan pertimbangan objektif, bukan atas dasar pertimbangan selera like and this like.",

"Salah satu contoh Partai Demokrat sebagai Parpol dengan perolehan kursi terbanyak yang mendapatkan porsi Ketua DPRD Karawang, ada 4 orang yang di usulkan sebagai calon Ketua. Di antaranya ada nama H. Budianto, SH. H. Ahmad Rifa'i, SE. MH. Suci Nurwinda, dan Pendi Anwar."ucap Awandi

"Jika di lihat dari ke empat nama itu, memang semuanya merupakan orang - orang lama yang sudah duduk di kursi Legislatif Karawang. Namun persoalannya, saya sempat mendengar. Di mana dalam Peraturan Organisasi (PO) Partai Demokrat, untuk menjadi unsur pimpinan itu di haruskan minimal harus memiliki pendidikan S1.",

"Setelah saya cermati, dari ke empat anggota Dewan yang di usulkan, ada satu orang yang tidak memenuhi kriteria tersebut. Yaitu saudara Pendi Anwar. Sementara jika saya perhatikan, Partai Demokrat itu merupakan Parpol yang menjungjung tinggi aturan, apa lagi aturan yang di buatnya sendiri, dan figur pendiri selaligus Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, yaitu pak SBY merupakan figur yang sangat disiplin."

"Sementara, saudara H. Oma Miharja, SH. MH yang seharusnya memiliki hak untuk di usulkan, malah tidak di usulkan. Padahal H. Oma Miharja patut mendapat apresiasi, karena merupakan kader yang sudah berkontribusi dari sisi pendapatan suara dalam Pileg April lalu, di mana H. Oma mendapat perolehan suara yang tinggi, tertinggi kedua setelah H. Budianto.",

"Harusnya kan di usulkan jiga. Terlepas nantinya terpilih atau tidak menjadi Ketua DPRD Karawang. Setidaknya di usulkan dulu, sebagai bentuk apresiasi DPC Demokrat pada kadernya yang sudah berkontribusi suara tinggi."pungkasnya

Dadang Aripudin
Komentar Anda

Berita Terkini