-->
    |

Bah Wandi : Kritik Pengusulan Calon Ketua DPRD, Sebagai Bentuk Perhatian Pada Demokrat



KARAWANG, dinamikajabar.com
Kritikan salah seorang tokoh masyarakat Karawang soal pengusulan nama - nama calon Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang untuk DPC Partai Demokrat Karawang sebagai Partai Politik (Parpol) dengan perolehan kursi terbanyak terus berlanjut.

H. Awandi Siroj Suwandi, yang akrab di sapa abah ini kembali menyampaikan pendapatnya soal hal ini. "Kritikan saya merupakan kritikan konstruktif untuk Partai Demokrat, bukan berarti mau ikut campur urusan rumah tangga Partai orang lain. Memang benar secara keorganisasian itu urusan internal rumah tangga Partai, tapi yang namanya perwakilan kader Partai yang duduk di lembaga Legislatif DPR dan DPRD sudah menjadi urusan masyarakat secara menyeluruh.

"Jadi tidak ada salahnya, jika saya sebagai rakyat ikut mengingatkan, dan memberikan kritik yang konstruktif. Jangan sampai aturan internal di langgar oleh sendiri. Sebagaimana yang pernah saya ungkapkan sebelumnya, di internal Partai Demokrat ada Peraturan Organisasi (PO) yang di tanda tangani langsung oleh Ketua Umum (Ketum). Di mana syarat untuk menjadi unsur pimpinan, apa lagi menjadi Ketua DPRD, minimal harus memiliki pendidikan S1."ucapnya

Lalu, jika untuk Karawang sendiri, dari ke empat nama yang di usulkan, ada salah satu di antaranya belum memenuhi syarat tersebut ikut di usulkan. Ya walau pun belum tentu terpilih, ini kan bisa menjadi preseden buruk.

"Kritik ini saya sampaikan merupakan suatu bentuk perhatian dan kasih sayang saya terhadap Partai Demokrat, Ketua DPC Karawang, dan Ketua Umumnya. Karena saya merupakan salah satu orang yang ngefans terhadap sikap pak SBY yang selalu patuh dan tunduk pada aturan."katanya

"Jangan sampai dengan hal kecil begini, jadi mencoreng konsistensi yang selama ini menjadi kebanggaan serta teladan masyarakat.",

Masih banyak stock kader yang memiliki kompetensi dan juga memenuhi syarat sebagaimana yang di persyaratkan PO Partai. Kalau memang mau di kompetisikan, kenapa tidak kader yang memenuhi syarat saja? Agar tidak mencederai peraturan internal.

"Jangan sampai dengan hal kecil begini, jadi mencoreng konsistensi yang selama ini menjadi kebanggaan serta teladan masyarakat." Pungkas H. Awandi Siroj

Komentar Anda

Berita Terkini