|

70 anggota Yayasan Warna Warni Indonesia Wisata Sejarah di Lanud Suryadarma




SUBANG, dinamikajabar.com
Sebanyak 70 orang dari Yayasan Warna Warni Indonesia (WWI), yang diketuai oleh Kristina Akbar Tandjung didampingi bapak Akbar Tandjung, melaksanakan wisata sejarah di Lanud Suryadarma, Kalijati Subang. Selasa (20/8/2019). Rombongan diterima langsung oleh Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI I Wayan Sulaba, S.Sos., M.Sc, di Museum Kalijati (Rumah Sejarah) Lanud Suryadarma.

Kunjungan ini adalah dalam rangka kegiatan “Cultural Trap” dengan mengunjungi Rumah sejarah tempat dimana Belanda menandatangani surat perjanjian menyerah kekuasaan tanpa syarat kepada jepang dan dilanjutkan mengunjungi monumen makam jepang yang berada di lingkungan Lanud Suryadarma. Rombongan Yayasan Warna Warni sebelumnya mengunjungi Wisma Karya yang terletak di Kabupaten Subang, yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi.

Pada kesempatan itu Danlanud Suryadarma menyampaikan, ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan dari Yayasan Warna Warni di Rumah Sejarah Lanud Suryadarma, dengan harapan semoga kunjungan ini akan memberikan manfaat, dan dapat menambah pengetahuan bagi seluruh rombongan sekalian.

“Kami merasa bangga dan terhormat atas kedatangan Bapak Akbar Tanjung dan rombongan. Semoga kedatangan rombongan dari Yayasan Warna Warni akan meningkatkan minat generasi muda melihat dan mepelajari sejarah. Rumah sejarah ini masih asli dan akan direvitalisasi tahun depan oleh Pemda Subang. Dikesempatan ini saya berharap secepatnya diselesaikan proses Revitalisasi Rumah Sejarah yang ada di Lanud Suryadarma, sehingga warisan budaya ini dapat terus kita pelihara sehingga harapannya menarik minat wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri dapat berkunjung ke Subang”, Harap Danlanud. 

Lebih lanjut Komandan Lanud Suryadarma menjelaskan di Lanud Suryadarma ini terdapat salah satu Heritage yaitu rumah sejarah yang merupakan obyek bernilai sejarah tinggi bangsa indonesia. Ditempat ini, pada tanggal 8 maret 1942 telah dilaksanakan penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang, yang ditandai dengan penandatanganan naskah penyerahan tanpa syarat kekuasaan Belanda kepada Jepang. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Warna Warni Indonesia Kristina Akbar Tandjung mengatakan bahwa program kegiatan “Cultural Trap” bertujuan adalah dalam rangka untuk mengenal lebih dekat potensi kekayaan alam dan budaya lokal dalam rangka menunjang pemberdayaan ekonomi dibidang wisata.

“ Saya berharap agar obyek sejarah yang ada di Lanud Suryadarma ini, dapat dijaga serta terus dilestarikan. Sehingga anak cucu kita kelak masih dapat melihat dan berkunjung ke Rumah Sejarah ini, yang seperti diketahui bahwa Rumah Sejarah ini yang merupakan saksi bisu penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang, yang ditandai dengan penandatanganan naskah penyerahan tanpa syarat kekuasaan Belanda kepada Jepang”, Ujar Ketua Yayasan Warna Warni. 
 
Sementara itu bapak Akbar Tandjung disela sela akhir kunjungannya mengatakan saya sangat bersyukur bisa mengunjungi tempat yang sangat mempunyai nilai bersejarah yang berada di Lanud Suryadarma ini “ untuk itu sejarah patut harus kita kenang agar bangsa Indonesia tidak melupakan sejarah “ jelasnya.

Dadang Aripudin
Komentar Anda

Berita Terkini