|

10 Tahun tidak Pulang dan hilang Kontak, Keluarga TKI Asal Cirebon Lapor Pemerintah Desa




Cirebon, dinamika Jabar.Com,- Diketahui, Patona (27) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Hilang Kontak Sejak tahun 2017 Lalu, dengan keluarga di tanah air, selain itu, juga diketahui, Patona berangkat bekerja menjadi TKI di Yordania sejak tahun 2009 silam, melalui jasa penyalur sponsor dan PT yang beralamat di jakarta (masih belum diketaui nama PT). Hal itu di ungkapkan oleh pasangan suami istri Warnata dan tawi (48) dengan didampingi ketua Rt. Mukti (45) Desa setempat, melaporkan kejadian terkait hilang kontak pihak keluarga dengan anaknya yang bekerja di Yordania sejak tahun 2017 lalu.




Warnata dan Tawi, mengatakan, tidak adanya Komunikasi itu, membuat keluarga merasa cemas dan khwatir, untuk itu kami mendatangi kantor balai Desa Pegagan Lor ini untuk meminta bantuan kepada pemerintah desa setempat, katanya, sambungnya, Warnata bercerita, pada pemberangkatan awal, komunikasi keluarga dengan anaknya (Patona) masih berlangsung lancar termasuk kiriman gaji ke tanah air, namun sejak tahun 2017 lalu, hingga saat ini nomor kontak anaknya susah di hubungi dan kami sudah berusaha untuk terus menghubungi nomor itu kembali, dan hingga saat ini pun masih sulit dihubungi selalu tidak ada jawaban. Rabu sore (14/8/2019).




Warnata dan Tawi  berharap, melalui Pemerintah Desa (Pemdes) Pegagan Lor, Pemerintah Kabupaten Cirebon, maupun dinas terkait  agar kiranya bisa membantu untuk memulangkan anaknya Patona (27) ke tanah air atau ke kampung halamanya, karena kami sebagai keluarga mengaku kebingungan harus kemana meminta pertolongan agar bisa bertemu dengan anak kami kembali berkumpul bersama keluarga di rumah. Harapnya 

Sementara itu, Kepala Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Dra Hj. Ii Fariyani, melalui Juragan atau Polisi Desa (Poldes) Sudiana mengatakan, membenarkan bahwa ada salah satu warganya yang melaporkan mengenai kasus hilang kontak antara pihak keluarga yang di tanah air dengan anaknya yang diketahui bekerja sebagai TKI di Yordania selama 10 tahun. Walaupun pada hari ini keluarga Patona (TKI) datang menyerahkan berkas atau dokumenya belum kompit, sebagai pelayan masyarakat kami atas nama pemerintah desa akan berusaha untuk memulangkan Patona (TKI) yang kini masih hilang kontak dengan keluarganya.

Tidak hanya itu, menurut sudiana, langkah awal untuk membantu kasus warganya ini adalah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari tahu dan mendatangi pihak sponsor dan nama PT tersebut, meminta keterangan dan penjelasan kepihak penyalur kemudian keperusahaan atau PT tempat Patona waktu berangkat, selain itu, juga kami juga akan berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten, BNP 2TKI, Disnaker dan Imigrasi, dan juga  yang paling terpenting kalau nanti datanya sudah komplit pasti pemerintah desa akan berupaya maksimal untuk membantu kepulangan warganya yang menjadi TKI di luar negri. Tandasnya

"insya allah, pemdes pegagan lor semaksimal mungkin siap membantu warganya yang sedang mengalami kasus seperti tersebut, walau pun nantinya bila diketahui PT tempat Patona (TKI) itu berangkat, jikalau PT tersebut sudah bangkrut, pemerintah desa tetap berusaha untuk mencari dokumen ke kantor Imigrasi, begitupun juga untuk kantor Imigrasi yang di luar negri, kami pasti akan mencari data atau dokumen TKI bernama Patona yang merupakan warga kami itu sendiri.  Terangya  Sudiana 


Laporan: Wadira
Komentar Anda

Berita Terkini