|

Sinergitas Bripka Moh.Carmo Bersama Babinsa Serda Abdurahman, Bantu Sawah Petani Cirebon



CIREBON, dinamikajabar, - Musim Kemarau menyebabkan areal lahan pertanian di kecamatan kapetakan, kabupaten cirebon, Jawa barat sudah mulai mengering dan dipastikan terancam gagal panen. Apalagi sejak sebulan terakhir diwilayah kabupaten cirebon tidak turun hujan. Hampir merata dibeberapa wilayah, hujan sudah tidak turun dalam sebulan terahkir.

Upaya Pemerintah Desa dari Tiga desa di kecamatan kapetakan yaitu Desa Pegagan Kidul, Pegagan Lor, dan Desa Dukuh yang diwakilkan Nampak, Beramai - ramai untuk mengawasi debit air agar bisa langsung mengairi areal persawahan milik para petani dari tiga desa tersebut, yang bertempat di pintu air Aw3 desa bayalangu blok asem kecamatan gegesik kabupaten cirebon, yang dihadiri oleh pembina desa pegagan kidul bhabinkamtibmas Bripka Moh.Carmo dari polsek kapetakan dan juga Babinsa pegagan kidul Serda Abdurahman dari Koramil Kapetakan, serta Babinsa desa pamuragan dalam menjaga kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Minggu (14/7/2019).


Pemerintah Desa (Pemdes) Pegagan kidul melalui perangkat desa, Supri ketika dikonfirmasi awak media dilokasi tersebut mengatakan, bahwa upaya pihak pemerintah desa dalam menanggulangi krisis air musim kemarau ditahun ini pihak pemdes telah berusaha untuk  semaksimal mungkin untuk penyelamatan tanaman padi yang sekarang ini mengalami kekeringan air, sehingga kami sengaja kumpul  bersama dilokasi pintu air ini tujuanya agar dalam hal pembagian air giliran ini tepat sasaran ke areal sawah milik petani, perwakilan dari tiga desa ikut terlibat agar supaya terus berusaha untuk  membantu mengawasi pembagian air tersebut, yang sebelumnya sudah dilakukan berdasarkan musyawarah bersama antara pemdes dan para petani, dalam pembagian air untuk pengairan areal lahan pertanian milik para petani khususnya ditiga desa di kecamatan kapetakan. Ujar Supri 

Lanjut, Supri dalam  Pembagian Air untuk mengisi semua arel persawahan para petani di tiga desa dilakukan secara bergilir atau sistem gilir giring selama tiga hari 24 jam, yang sumber airnya dari winong yang nantinya akan mengairi sawah para petani melalui saluran irigasi tersier dan diharapkan semua areal persawahan para petani bisa terisi. Ungkapnya

Selain itu, Kami juga berpesan kepada para petani khususnya di kecamatan kapetakan, Agar mohon bersabar dan apa bila Debit Air kurang mencukupi, kami harap bersabar untuk itu kami juga meminta kesadaran dan  kerjasamanya dalam mengatasi debit air dimusim kemarau sekarang ini. Tandasnya Supri 

Hal senada dikatakan oleh Riska (mayor) perangkat desa pegagan lor bahwa upaya hal ini mendapat dukungan dari semua masyarakat, terutama para petani masyarakat pegagan lor dalam menghadapi musim kemarau ini, selain itu kami harapkan kepada para petani agar lebih bersabar dan mudah-mudahan semua areal sawah milik para petani bisa terisi oleh Debit Air melalui giliran. Ungkapnya 

Sementara itu, Supardi (mayor) yang mewakili pemdes dukuh menuturkan, kekeringan air pada areal sawah milik para petani dapat segerah terisi, inilah salah satu bentuk  upaya pemeritah  desa (pemdes) dalam atasi krisis air guna kepentingan pengairan sawah milik para petani.


Laporan: wadira
Komentar Anda

Berita Terkini