-->
    |

Pasca Penetapan 3 Tersangka, Kejati Jabar Diminta Dalami Lebih Jauh Kasus Uprating PDAM


Keterangan foto : Pemerhati Politik dan Pemerintahan, Andri Kurniawan 
KARAWANG, dinamikajabar.com
Setelah sekian lama proses hukum soal dugaan korupsi proyek uprating Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pada Cabang Telukjambe Karawang tidak terdengar kabarnya, kali ini informasi mengejutkan datang langsung dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar). 

Di mana pihak Kejati Jabar telah menginformasikan, bahwa sudah di tetapkan 3 nama tersangka atas dugaan korupsi proyek uprating PDAM Tirtatarum Karawang.

Proyek yang diluncurkan dalam APBD Perubahan Tahun 2015 itu dinyatakan tidak melalui proses studi kelayakan (feasibility study). Sehingga terkesan hanya memaksakan satu pilihan kegiatan, yakni optimalisasi IPA eksisting dari desain 50 lt/detik menjadi 150 lt/detik.

Terdapat dugaan pelanggaran lain yang di lakukan dalam proses pengadaan barang/jasa. PDAM Tirta Tarum telah melanggar aturannya sendiri, yakni peraturan Direksi Nomor 690/PER.137A/2012 dengan tidak menunjuk unsur dari luar PDAM yang dipandang ahli. Sehingga berpotensi di kerjakan asal - asalan.

Di tempat terpisah, salah seorang pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan yang sejak awal intensif mengawal perkara dugaan korupsi di tubuh BUMD Karawang ini berpendapat. 

"Kami sebagai masyarakat Karawang mengucapkan banyak - banyak terimakasih kepada Kejati Jabar, dan kami apresiasi yang setinggi - tingginya atas keberhasilan Kejati Jabar yang telah menuntaskan perkara yang menjadi atensi masyarakat Karawang sejak lama ini.

"Walau pun perkara ini terbilang lama, dan tidak sedikit pula yang pesimis kalau perkara ini tidak akan tuntas. Tapi sejak awal saya meyakini kompetensi serta kredibilitas penyidik dan pimpinan Kejati Jabar."ucapnya

"Andri berharap perkara dugaan korupsi ini tidak berhenti di 3 orang tersangka saja. Karena tidak menutup kemungkinan masih bisa berkembang? Semoga saja Kejati Jabar dapat mendalaminya lagi, dan untuk 3 tersangka.

"Kalau sekiranya ada aliran dana ke pihak lain, sebaiknya di buka saja kepada penyidik, selama itu memenuhi unsur formil dan materil." Tutup andri
Komentar Anda

Berita Terkini