|

Komnas Perlindungan Anak : WUJUDKAN KABUPATEN LAMONGAN LAYAK ANAK, BERBASIS MASYARAKAT DAN KEPENTINGAN TERBAIK ANAK


Keterangan Foto : Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak

JAKARTA, dinamikajabar.com Berbagai upaya yang dilakukan Dinas PPPA Kabupaten Lamongan menjadikan Kabupaten Lamongan Layak Anak(KLA) diantaranya dengan membentuk Forum Anak, membangun rumah aman (shelter), terapi psikologi, visum bagi korban dan komitmen penandatanganan deklarasi sekolah ramah anak,  Puskesmas ramah anak,  Rumah Sakit Ramah Anak dan Kecamatan serta Desa layak anak, dan telah mendapat penghargaan dari Kementerian PPPA- RI,  Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai institusi independen yang diberikan mandat, tugas dan fungsi untuk melakukan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia patut mengapresiasi langkah-langkah yang  sudah dilakukan Dinas PPPA  terhadap Perlindungan Anak  di Kabupaten Lamongan.

Disamping itu, sebagai komimen pemerintah untuk melindungi anak dengan menetbitkan Perda No. 05 Tahun 2012 tentang perlindungan anak dan  Perda KLA Kabupaten Lamongan juga perlu di apreasi.  Dengan terbitnya dua Perda tersebut  Komnas Perlindungan menyambut baik dan patut memberikan apreasi.

"Saya percaya betul dan memastikan bahwa Dinas PPPA  sebagai mitra strategis Komnas Anak sebutan lain dari Komnas Perlindungan Anak tidak ragu atas komitmennya dalam membangun gerakan memutus mata rantai kekerasan terhadap anak berbasis masyarakat,  khususnya terhadap kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak".

Kritik yang dilakukan Komnas Perlindungan atas  kasus kejahatan seksual yang diduga dilakukan oknum pendidik, guru dan orang terdekat anak adalah salah satu  bentuk kritik yang membangun. Karena keberadaan dan kehadiran Komnas Pelindungan  anak di Indonesia adalah merupakan sahabat Anak Indonesia. Dengan  demikian, setiap kali Komnas Anak mengetahui terjadinya pelanggaran hak anak dimana pun itu terjadi, disitulah Komnas Perlindungan hadir dan ada untuk memberikan pembelaan dan perlindungan   anak.   Disamping itu pula  Dinas PPPA juga, adalah  mitra strategis dari  Komnas Perlindunga Anak  untuk mewujudkan, Kabupaten Lamongan Layak Anak, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menyikapi kasus-kasus kejahatan terhadap anak yang telah mencoreng komitmen Lamongan Layak Anak dan wajah Kabupaten Lamongan, dari Studio Komnas Anak TV dibilangan Jakarta Timur, Kamis 11/07.

"Yang menjadi kritik dan keprihatinan Komnas Perlindungan Anak atas maraknya kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak  yang justru dilakukan oleh orang terdekat anak apalagi  dilakukan oleh guru atau pendidik yang seyogianya menjadi benteng dan garda terdepan untuk melindungi anak dari kejahatan seksual di  Lamongan,  mendorong dan mengajak Dinas PPPA Lamongan untuk mengevaluasi dengan semangat  konstruktif berbasis kepentingan terbaik anak (the best interest of the child) atas deklarasi dan jargon-jargon atas program-program perlindungan Anak.

Perlu juga di kritisi apakah program-program KLA  yang dilakukan sudah berbasis masyarakat. Dan apakah pula  program pencegahan dan, deteksi dini sudah dilakukan melibatkan masyarakat dan anak, tambah Arist.

Arist menambahkan,  atas meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak yang terjadi dilingkungan sekolah dan ,lembaga pendidikan yang  akhir-akhir ini  terjadi di Lamongan, Komnas Anak untuk waktu yang tidak begitu lama, bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur besutan Komnas Anak dan  dengan melibatkan Tim terpadu SAHABAT ,ANAK Indonesia Wilayah Kerja Jawa Timur segera akan hadir di Lamongan untuk berkordinasi dengan Dinas PPPA dan Polres  Lamongan guna memberi layanan advokasi hukum dan layanan Psikososial bagi korban-korban kejahatan seksual termasuk terhadap 30 anak korban yang baru-baru ini terjadi yang dilakukan oleh salah seorang PNS guru SDN  berinisial SP (41).

Disamping itu, Komnas Perlindungan  Anak berkeinginan juga untuk melibatkan diri guna menterjemahkan semua komitmen yang telah dideklrasikan dalam program  Lamongan Layak Anak.
Komentar Anda

Berita Terkini